Banyak Problem Dikawasan Pantai Panjang,Pemprov Bengkulu Ajak Pedagang Tuntaskan

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Semrawut pengelolaan kawasan Pantai Panjang, menimbulkan terlalu banyak permasalahan mulai dari yang awalnya lahan milik negara dengan status Cagar Alam, berubah menjadi kawasan Taman Wisata Alam (TWA).

Atas kondisi tersebut Pemerintah pusat telah menyerahkan Hak Pengelolaan Lahan Pantai Panjang dari Pemerintah Kota ke Pemerintah Provinsi.

Menindaklanjuti pengelolaan yang semrawut tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Satpol PP melakukan Rapat Kordinasi bersama pedagang untuk melakukan penertiban pedagang dalam segmen I kawasan Pantai Panjang, Kamis (07/09/23), di lapak segmen I kawasan Pantai Panjang.

Dikatakan Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Titus Chandra Erwana, sosialisasi yang dilakukan telah mencapai kata sepakat dengan pedagang segmen I untuk direlokasi ke segmen II.

“Kami sangat bersyukur pedagang bersedia untuk direlokasi, tetapi kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama sesuai dengan keputusan rapat hari mereka secepatnya pindah ke segmen II, yang telah disiapkan,” kata Chandra.

Selain itu Chandra mengatakan untuk ketersediaan tempat di segmen dua lebih dari cukup, sedangkan untuk penempatan akan diundi.

“Tidak ada penambahan pedagang lagi untuk tahap 1 ini karena kita sudah mendata ada 21 orang, sedangkan tempat yang tersedia berjumlah 24 kios,” ujarnya.

Sementara itu pedagang Suwarno berharap kepada pemerintah untuk memberikan waktu lebih dari satu bulan dalam merelokasi pedagang.

“Pada intinya kami setuju dengan kebijakan pemerintah untuk merelokasi pedagang di segmen satu kawasan pasir putih ini, tetapi berilah kelonggaran waktu untuk pedagang persiapan pindah ke segmen II. Harapannya.