Kontroversi Program Replanting Kelapa Sawit di Bengkulu Selatan Menuai Banyak Masalah

Kontroversi Program Replanting Kelapa Sawit di Bengkulu Selatan.

Bengkulu Selatan,Beritarafflesia.com- Program peremajaan kebun kelapa sawit rakyat (replanting) di Kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 2023 sepertinya menuai banyak sekali masalah.

Pasalnya, berdasarkan hasil konfirmasi awak media di lapangan  dengan salah satu warga desa suka Bandung yang tidak mau disebut namanya pihak ketua kelompok Tani replanting (Usaha Bersama Desa suka Bandung. kecamatan pino raya kegiatan replanting tahun (2023) luas lahan kurang lebih (50) hektar. 

Sebagai bukti, saya lampirkan dokumen foto beberapa hektar lahan replanting yang diduga ada sebagian yang mempunyai tanaman kelapa sawit Dan ada sebagian yang tidak mempunyai tanaman kelapa sawit masih dimasukkan dalam program replanting oleh oknum ketua kelompok tani usaha bersama. 

Dan adanya Dugaan fiktif saat proses tebang cipping  di dalam rap  kelompok replanting usaha bersama (1) hektar Dana untuk tebang Chipping 9 juta rupiah per hektar dalam (1) hektar maksimal 120 batang sawit tetapi fakta di lokasi replanting banyak yang tidak sampai 120 per hektar tetapi dana tebang Chipping masih diajukan pencarian 100% oleh ketua kelompok replanting usaha bersama semua  dokumen foto lengkap.

pesan WhatsApp dengan awak media.

Yang lebih mengejutkan lagi di kelompok replanting di bengkulu selatan dibekingi oknum Kabid Sarpras Dinas pertanian peri mengatakan di pesan WhatsApp isi pesan WhatsApp dengan awak media kontrak mulai tgl 05-04-2023 kalau, 4 tahun berarti berakhir tgl 05-04-2027 ughang ni masih dlm.

Waktu kontrak pekerjaan masih pelaksanaan melaporkan “kerjau jemau Lum habis masa kontrak au Di Pasal 9 ayat 4 kalau belum selesai 4 tahun perjanjian kontrak masih bisa diperpanjang” ini pesan WhatsApp dengan awak media.

Artinya bisa diambil kesimpulan walaupun bukan bidang nya Kabid sarpras diduga backup kelompok replanting yang ada di bengkulu selatan pelaksanaan program replanting sawit melalui Dinas Perkebunan, tampaknya masih dalam keadaan amburadul.(BR1)