Pemkot Bengkulu akan Gelar Operasi, Pasar Murah Sebagai Salah Satu Kendali Inflasi

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Pemerintah Kota Bengkulu mulai menggelar operasi pasar murah sebagai salah satu upaya dalam mengendalikan inflasi. Operasi pasar dengan menjual beras premium harga murah sudah dimulai sejak Kamis (18/1/24) di Kelurahan Bajak.

Total ada 12 titik operasi pasar yang digelar dimana masing-masing titik dijual 2 ton beras sehingga totalnya 24 ton beras. Operasi pasar ini terakhir akan digelar pada tanggal 29 februari di Kelurahan Anggut Dalam.

“Ya, operasi pasar sudah dibuka mulai tanggal 18 Januari. Operasi pasar itu yang menggelar kegiatannya bagian ekonomi, untuk lebih jelas coba tanya Kabag Ekonomi,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu Adriansyah.

Berdasarkan informasi dan data yang diterima, operasi pasar masih digelar hari ini, Kamis (25/1/24) untuk di Kelurahan Anggut Atas. Sebelumnya operasi pasar digelar di Kelurahan Berkas pada tanggal 23 Januari.(lebih lengkap lihat grafis di bawah)

Diwawancara terpisah, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kota Bengkulu) Kota Bengkulu Bujang HR mengatakan pihaknya juga akan menggelar bazar pasar murah dan pasar keliling yang juga dilakukan dalam upaya pengendalian inflasi.

“Kalau kita namanya bukan operasi pasar tapi bazar pasar murah dan pasar keliling. Dalam waktu dekat ini kita realisasikan karena kan sekarang masih menunggu anggarannya, Insya Allah kalau tidak ada kendala dan halangan pasar murah dibuka sebelum bulan Ramadhan,” jelas Bujang.

Dikatakan Bujang, pasar murah ini sebagai bagian dalam upaya pengendalian inflasi daerah di tahun 2024 ini sekaligus juga sebagai tindak lanjut dari instruksi Mendagri Tito Karnavian yang meminta pemda provinsi dan kabupaten/kota agar gencar melaksanakan pasar murah.

Sejauh ini sambung Bujang, Disperindag Kota Bengkulu sedang menyusun, serta mengkonsolidasikan dengan sejumlah pihak terkait, untuk pelaksanaan pasar murah di tahun 2024 ini.

“Pasar murah tahun ini sudah kita dianggarkan dalam APBD murni sekitar Rp 400-500 juta kalau saya tidak salah. Untuk pelaksanaan pasar murah tahun ini polanya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni, bekerjasama dengan sejumlah pihak mulai dari Bulog, BUMD, distributor dan juga kelompok tani,” demikian Bujang.(BR1)