Surat Ketua FP3 yang di tandatangani Dalena bersama Sekretarisnya.
Bengkulu, Beritarafflesia.com- Ketau Ormas Pusat Informasih dan jaringan Rakyat ( Pijar ) Institute Provinsi Bengkulu mengecam keras terkait narasi yang di sampaikan ketua Forum Pedagang Pasar Panorama (FP3) Dalena di beberapa media online, yang menyebutkan kata- kata preman dan nama jelas,,sehingga terhendus mencemarkan nama baik serta memprovokasi pedagang di kawasan pasar panorama.
Tindakan ketua Forum Pedagang pasar panorama Kota Bengkulu Dalena ini menjadi sorotan publik, terutama ketua Ormas Pijar Institute Apriansyah mengatakan, bahwa pasca surat yang di layangkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ( Disperindag) Kota Bebgkulu Nomor : 002, Eks- FPPPP/ VI / 2025, tentang perihal : permohonan izin, namun isi di dalam surat tersebut justru dinilai bertentangan dengan semangat pembangunan Pemerintah Kota Bengkulu, yang terus mendorong kemajuan pasar panorama supaya setarah dengan pasar tradisional di daerah lain.

” Perihal surat yang di sampaikan Ketua FP3 kepada Disperindag Kota tahun 2025 tentang pernohonan izin, dan narasi di dalam surat tersebut, secara tegas terkesan memprovokasi pedagang bahwa menolak rencana revitalisasi Pasar Panorama yang tengah digagas oleh Pemerintah Kota Bengkulu guna meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan daya saing pasar tradisional, meskipun anggaran saat ini sedang terjadi efisiensi.” Kata Apriansyah, kepada Media ini minggu (3/8/2025)
Menurutnya Penolakan yang disampaikan ketua Forum pedahang pasar panorama ni dinilai sebagai langkah provokatif yang bisa memicu keresahan di kalangan pedagang. Pasalnya, revitalisasi pasar justru diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pedagang dan masyarakat sebagai konsumen.
” Saya mencurigai langkah Dalena selaku Ketua FP3 di pasar panorama melayangkan surat ke Pemerintah Kota Bengkulu menolak revitalisasi, secara tidak langsung ada kepentingannya secara pribadi. karna jika revitalisasi pasar panorama ini sesuai dengan usulannya ingin merenovasi secara mandiri, dikawatirkan bangunan pasar panorama tersebut bukan seperti pasar tradisional,tapi seperti bangunan pasar di wialaya pedesaan. Sehingga tidak layak untuk kunjungi pengunjung lantaran berada di pusat kota Bengkulu” Ujarnya

Ketua ormas Pijar juga menilai pernyataan Danela Ketua F3P di setiap media online dinilai menyudutkan pemerintah dan menggiring opini bahwa program tersebut merugikan pedagang kecil. Padahal Narasi yang di sampaikan kepada awak media itu justru mengambing hitamkan pedagang demi untuk kepentingan pribadinya.
” Saya sudah menerima keterangan dari sejumlah pedagang, rencana Ketua FP3 Dalena ini perna akan menggalang dana terhadap pedagang untuk melakukan renovasi pasar panorama secara mandiri di area pasar panorama. Tapi langkah ini dianggap tidak sah dan berisiko yang mengakibatkan merusak tata ruang bangunan pasar milik pemerintah daerah. Renovasi tanpa izin ini juga dikhawatirkan akan menimbulkan masalah teknis pada fisik bangunan kalau tata kelolah pasar panorama ini di serahkan kepada pedagang. Bahkan kalau hanya di renovasi, justru tidak ada kemajuan, dan pengunjung pun tidak nyaman,”tegas Rian
Sementara itu ketika di konfirmasi kepada Ketua FP3 Pasar Panorama Dalena, bahwa dirinya semangkin yakin bisa mengatur kebijakan pemerintah Kota Bengkulu, dengan cara mengatasnamakan pedagang agar memperbaiki sendiri bangunan kios di areal pasar panorama.
“Kami tidak menolak revitalisasi, kan di atas di jelaskan. Kalau memang wajib di perbaiki , maka kami akan memperbaiki sendiri, sesuai dgn sketsa atau gambar yang pemerintah inginkan.🙏🙏” tutupnya.(BR1)













