Pemkot Bengkulu Fokuskan Tangani Stunting

- Penulis

Senin, 16 Oktober 2023 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, Beritarafflesia. Com-Prevalensi stunting di Kota Bengkulu turun tajam, dari  22,2 persen di tahun 2021 menjadi 12,9 persen di  2022, turun 9,3 persen.

Meskipun prevalensi turun, Kota Bengkulu tak mau lengah. Di bawah pimpinan Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi. Pemkot tetap fokus menangani stunting, dan menargetkan angka tersebut kembali turun.

Pasalnya, hal ini juga menjadi fokus Presiden RI Joko Widodo dengan menekan stunting diberbagai daerah melalui pemda setempat.

Untuk itu, Arif selaku Pj walikota meminta kerjasama seluruh kepala OPD dan camat agar bekerja dengan lebih maksimal. Sebab, kata dia sebagai Pj ia tidak bisa bekerja sendirian tanpa bantuan dan dukungan kepala OPD, camat hingga lurah.

“Harus ada before dan after. Sebelum saya menjadi Pj seperti apa kasus dan penanganan stunting ini dan setelah saya jadi Pj seperti apa perubahan dan peningkatannya,” ungkap Arif.

Terkait hal ini, Kepala DP3AP2KB Dewi Dharma mengungkapkan pihaknya fokus menangani stunting dengan melakukan pencegahan.

Baca Juga  Gubernur Rohidin Apresiasi Atas Sinergi dan Giat Yang dilakukan Lanal Bengkulu di Pulau Enggano

Ujung tombak pencegahan stunting tersebut ialah Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Kader PKK, Kader KB dan Tenaga Kesehatan (Bidan/Ahli Gizi).

Dari 9 Kecamatan dan 67 Kelurahan di Kota Bengkulu sudah terbentuk sebanyak 204 Kelompok Tim Pendamping Keluarga (TPK), dimana masing-masing kelurahan wajib membentuk minimal 1 Tim Pendamping keluarga untuk pencegahan stunting dan masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang, jadi jumlah Tim Pendamping Keluarga Kota Bengkulu 612 Orang.

“Tugas TPK ialah melaksanakan pendampingan kepada sasaran prioritas meliputi penyuluhan, fasilitasi, pelayanan rujukan serta fasilitasi penerimaan program bantuan sosial dan pengamatan berkelanjutan untuk mendeteksi dini faktor risiko stunting,” kata Dewi, Senin (16/10/2023).

Apalagi, sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan percepatan penurunan Stunting, TPK memiliki peran penting karena pendampingan yang diberikan merupakan upaya agar segenap intervensi sepesifik dapat sampai kepada penerima manfaat, yang mempunyai dampak nyata dengan menurunnya angka prevalensi stunting.(BR1)adv

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI Ke-81 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru