Forum Ekonomi Regional: Sinergi Investasi Wilayah dan Pembangunan Daerah untuk Pertumbuhan Ekonomi

- Penulis

Kamis, 10 Oktober 2024 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Acara ini berlangsung secara hybrid di Balai Raya Semarak Bengkulu pada Kamis, 10 Oktober 2024

Foto: Acara ini berlangsung secara hybrid di Balai Raya Semarak Bengkulu pada Kamis, 10 Oktober 2024

Bengkulu, Beritarafflesia.Com –

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Bappenas kembali menyelenggarakan Forum Ekonomi Regional dengan tema “Dampak Investasi Wilayah pada Pembangunan Daerah.”

Acara ini berlangsung secara hybrid di Balai Raya Semarak Bengkulu pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Forum ini dihadiri oleh Asisten II Pemprov Bengkulu, RA Denny, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu, Yuliswani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Dhita Aditya Nugraha, serta perwakilan akademisi dari Universitas Bengkulu (UNIB).

Dalam sambutannya, Direktur Regional I Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menekankan pentingnya sinergi antara investasi wilayah dan pembangunan daerah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius.

“Di masa pemilu ini, draft-draft teknokratis menjadi sangat penting. Ketika pemerintahan baru mulai bekerja, kita harus siap dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sehingga pembangunan daerah dan nasional dapat berjalan beriringan dengan investasi. Target pertumbuhan ekonomi kita adalah 8 persen, sementara di Pulau Sumatera saat ini pertumbuhannya berkisar antara 4 hingga 5 persen,” ungkap Malik.

Abdul Malik juga membahas paradoks yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk Bengkulu, di mana tingkat pengangguran relatif rendah, tetapi tingkat kemiskinan masih tinggi.

“Hampir semua penduduk di Bengkulu bekerja, dengan tingkat pengangguran terbuka hanya 3,4 persen, tetapi tingkat kemiskinan masih berada di angka 14 persen. Ini adalah tantangan besar yang harus kita selesaikan. Contohnya di Jawa Barat, tingkat pengangguran 7,1 persen, tetapi kemiskinan hanya 7 persen. Di sini kita melihat bahwa masalah kemiskinan dan pengangguran tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan yang sama di setiap daerah,” papar Malik.

Baca Juga  Hadapi Pemilu 2024, Kader PSI Provinsi Bengkulu Siap Berklaborasi Dengan PDIP 

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas atas penyelenggaraan forum ini di Bengkulu.

Sekda menyatakan bahwa forum ini menjadi wadah penting bagi pemerintah daerah untuk mempresentasikan rencana pengembangan ekonomi dan pembangunan wilayah, serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat.

“Provinsi Bengkulu memiliki visi yang kuat untuk membangun ekonomi dan infrastruktur secara merata guna mencapai pertumbuhan yang berkualitas dan inklusif. Visi kami adalah mewujudkan Bengkulu Sejahtera, Bengkulu Maju, dan Bengkulu Hebat,” ungkap Isnan.

Sekda juga berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam menghadapi tantangan pembangunan ekonomi, khususnya di wilayah Sumatera, serta mendorong investasi yang lebih terarah untuk pertumbuhan yang lebih merata dan inklusif.

“Pemerintah provinsi juga memberikan kemudahan berinvestasi melalui Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2021, yang memberikan insentif pajak dan retribusi bagi investor. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi, sehingga dapat mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Bengkulu,” kata Sekda Isnan.

Terakhir, Sekda juga menyoroti sektor-sektor unggulan yang menopang perekonomian daerah, seperti perkebunan kelapa sawit, kopi, dan tanaman pangan, serta potensi energi terbarukan, yaitu geothermal di Kabupaten Lebong dan potensi kelapa sawit, karet, batu bara, tambak udang, serta perikanan di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu telah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk membentuk tim percepatan investasi yang dikenal dengan ‘Rafflesia’, yang fokus pada pengembangan UMKM dan peningkatan ekspor,” ujar Sekda Isnan. (Ayy)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Pacu Verval Kopdes Merah Putih agar Segera Beroperasi
HUT ke-81 PMI, Sekdaprov Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
Pemprov Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih
Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais
Jelang Operasional, Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Terima Audiensi Kepala Kanwil DJPb, Helmi Hasan Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan
Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Pemprov Bengkulu Matangkan Kesiapan RPH
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Pemprov Bengkulu Pacu Verval Kopdes Merah Putih agar Segera Beroperasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:05 WIB

HUT ke-81 PMI, Sekdaprov Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemprov Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais

Berita Terbaru