Gubernur Rohidin Hadiri FGD, Hutan Bengkulu: Pilar Penting Penyerapan Karbon dan Reduksi Risiko Bencana

- Penulis

Kamis, 22 Agustus 2024 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Rohidin Hadiri FGD, Hutan Bengkulu: Pilar Penting Penyerapan Karbon dan Reduksi Risiko Bencana

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Provinsi Bengkulu, yang terletak di antara lautan dan pegunungan, memiliki kekayaan hutan yang sangat melimpah. Kekayaan ini menjadikan hutan Bengkulu berperan penting dalam penyerapan karbon di tingkat global.

Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Gedung Layanan Terpadu Rektorat Universitas Bengkulu (UNIB), dibahas topik “Model Pembiayaan Biru Berbasis Ekosistem dalam Reduksi Risiko Bencana,” dengan fokus pada peran hutan mangrove pesisir dan hutan tropis di Bengkulu.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyampaikan bahwa potensi sumber daya hutan di Bengkulu saat ini dapat menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola dengan baik.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu menerima dana sebesar 11 miliar rupiah sebagai kompensasi karbon, seperti yang disampaikan oleh Gubernur Rohidin.

Baca Juga  Gubernur Rohidin Tinjau Pembangunan Graha Insan Cita, Serta Dorong HMI dan KAHMI Kembangkan Kemandirian Ekonomi Organisasi

Gubernur Rohidin juga menambahkan bahwa luasnya lahan hutan di Bengkulu berkontribusi besar dalam mengurangi karbon yang dihasilkan oleh industri di Indonesia.

Gubernur Rohidin Hadiri FGD, Hutan Bengkulu: Pilar Penting Penyerapan Karbon dan Reduksi Risiko Bencana

Sementara itu, Yondviter dari PKSPL Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan bahwa hutan mangrove di Bengkulu juga berpotensi mengurangi kerugian materi akibat bencana hingga 400 miliar rupiah.

Dalam penelitian yang dilakukan, diperkirakan bahwa Bengkulu bisa mengalami kerugian sebesar 5,5 triliun rupiah jika terjadi gempa dengan skala 6/8 Skala Richter (SR) dan tsunami setinggi 6 meter. Namun, dengan penghijauan pesisir pantai menggunakan tanaman mangrove, kerugian tersebut bisa berkurang hingga 400 miliar rupiah.(Br1)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Pacu Verval Kopdes Merah Putih agar Segera Beroperasi
HUT ke-81 PMI, Sekdaprov Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
Pemprov Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih
Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais
Jelang Operasional, Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Terima Audiensi Kepala Kanwil DJPb, Helmi Hasan Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan
Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Pemprov Bengkulu Matangkan Kesiapan RPH
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Pemprov Bengkulu Pacu Verval Kopdes Merah Putih agar Segera Beroperasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:05 WIB

HUT ke-81 PMI, Sekdaprov Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemprov Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais

Berita Terbaru