Ket Poto; Warga Palak Siring Kedurang Keluhkan Luapan Air Siring Tersumbat, Akibat Tumpukan Sampah
BENGKULU SELATAN, Bertarafflesia.com Warga desa Palak Siring Kecamatan Kedurang, kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, keluhkan air siring meluap di kawasan pemukiman rumah warga akibat tersumbat lantaran banyak tumpukan sampah, sehingga mengeluarkan bau tidak sedap dan di khawatirkan akan menyebabkan penyakit bagi warga setempat.
Fenomena sampah yang menyumbat aliran Air sepanjang Drainase ini sudah lama terjadi. Padahal meskipun sudah di ketahui, baik di pemerintah desa maupun keluhrahan dan pemerintah Kecematan, Namun hingga kini belum juga teratasi.

Dari Pantauan wartawan media, Aliran Air Meluap dari dalam Siring ini sejak beberapa bangunan rumah yang berdiri di atas siring,sehingga tumpukan sampah semangkin banyak yang menyebabkan banjir.
Tak hanya itu, Warga Palak Siring juga saat ini merasa terganggu lantaran luapan air dari Arah pasar harian yang mengalir ke depan rumah warga tergenang dan mengeluarkan aroma aroma busuk.
“Iya memang kejadian ini terjadi setiap musim hujan, siring yang letaknya pas dibawah rumah warga yang baru di bangun itu meluap hingga ke jalan.,lebih parahnya lagi sudah ada rumah warga yang di masukkan Air layaknya banjir, akibat luapan siring tersebut. Bahkan kami juga warga di desa ini apabila ingin berjualan merasa terganggu,karena air dari aliran siring ini tergenangan dan bauk busuk” ungkap inisial Ist warga setempat saat di kunjungi wartawan di kediamannya, jumat.(31/3/2023)
Lanjut “Isr” Daya berharap kepada pihak instansi pemerintahan mohon kiranya di tanggulangi masalah sampah yang menyumbat aliran air di dalam drainase ini. jangan sampai kedepannya memakan korban jiwa akibat sakit. Kami juga meminta agar pemerintah desa menindak tegas terhadap warga yang rumahnya di atas siring membuang sampah sembarangan. Apalagi disini lingkungan pasar harian kami tempat berdagang mencari nafkah.” harapnya.
Sementara itu kepala desa Palak Siring Kecamatan Kedurang, kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Agus Harmadi mengaku pasra, karena meskipun sudah memberikan teguran kepada warga, tapi hanya di ikuti selama 3 hari tidak membuang sampah ke dalam siring., lebih dari 3 hari justru warga kembali membuang sampahnya ke dalam siring,sehingga menyebabkan saluran air tersumbat,dan aroma busuk.
“Terus terang saya juga resah dan tidak tahu harus bagaimana dengan kejadian ini, karena kami juga ikut menjadi korban,akibat warga yang bandel membuang sampah ke dalam siring ini. Untuk di ketahui sampah yang menyumbat ini merupakan hanyutan dari desa tetangga. Maka saya selaku pemerintah desa maaf ingin koordinasi kepada camat agar masalah ini di cari solusi secara bersama sama” Demikian Ujar kades Agus Harmadi sembari meninggalkan awak media.( Ynt)












