KEPAHIANG,BERITARAFFLESIA.COM – Wakil Kepala I DPRD Kepahiang Andrian Defandra ikut angkat bicara terkait persoalan akses jalan tanah yang ada di Desa Langgar Jaya, Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang.
Akibat akses jalan yang belum tersentuh pembangunan ini, warga desa yang sakit dan harus berobat ke rumah sakit harus dievakuasi dengan tandu. Menempuh perjalanan 13 km dengan waktu tempuh 4 jam berjalan kaki.
Jika ada warga yang meninggal dan harus dibawa ke desa, maka jenazah terpaksi diangkut menggunakan motor.
Seperti peristiwa yang terjadi pada Minggu 4 Juni 2023. Jenazah Syukur (65) warga Desa Langgar Jaya Harus dibawa dengan motor, usai diantarkan ambulans ke Desa Cinto Mandi, desa terakhir yang bisa diakses ambulans.
Dikatakan Andrian, pada 2018 Pemkab Kepahiang ingin membangun jalan di sana dengan keterbatasan dana yang ada.
“Makanya kemarin ada pinjaman anggaran ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), pinjaman sudah disetujui, salah satunya pembangunan jalan di Desa Langgar Jaya,” ungkap Andrian Defandra, saat dihubungi TribunBengkulu.com, pada Minggu (4/6/2023).
Untuk pembangunan Desa Langgar Jaya-Cinto Mandi ini menggunakan dana pinjaman dari PT SMI sebesar Rp 18,7 miliar.
Rencana pembangunan jalan desa Langgar Jaya-Desa cinto mandi ini, dengan pinjaman dari PT SMI rencana akan dibangun jalan Hot Mix.
“Tapi pada tahun 2020, kontraktor yang menang tender pembangunan jalan tersebut, berhenti, kita tidak tahu apakah kontraktor tersebut kekurangan benefit atau tidak, karena kontraktornya tak sanggup melanjutkan proyek tersebut, ditambah waktu habis dan putus kontrak,” tuturnya.
Kemudian di tahun 2020 hingga 2022, sedang terjadi pandemi covid-19. APBD Kabupaten Kepahiang pun dipangkas. Sehingga sampai sekarang pun Pemkab belum bisa melunasi pinjaman ke PT SMI.
“Baru dikembalikan sekitar 20 persen, dari total pinjaman seluruhnya Rp 180 miliar,” jelasnya.
Ia juga mengakui, untuk tahun 2023 ini pihaknya belum bisa mengalokasikan dana pembangunan jalan tersebut. Ia juga tak yakin, anggaran pembangunan jalan tersebut akan diupayakan pada tahun 2024 nanti.
“Karena kita lihat anggaran untuk persiapan pilkada yang cukup besar. Mudah-mudahan di tahun 2025 ada anggaran untuk pembangunan jalan, tidak mungkin pemerintah daerah tidak memperhatikan masyarakatnya, setidaknya jalan tersebut dilakukan pengerasan dulu,” ucapnya.
Dari informasi yang dirangkum, pinjaman ke PT SMI ini, tak hanya membangun jalan di Desa Langgar Jaya-Cinto Mandi, tapi juga membangun pusat pemerintahan barat wetan dan peningkatan jalan Desa Ranah kurung-Batu Bandung.
Pinjaman dana ke PT SMI ini untuk pembangunan infrastruktur di 3 desa tersebut, belum berjalan kembali.(jon)adv












