Isra Mi’rat Hanya Mungkin Dipahami Dari Dimensi Spiritual. Tidak Dengan Kepongahan Intelektual

- Penulis

Selasa, 21 Februari 2023 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelulis : Apriansyah

Beritarafflesia.com- Keresahan intelektual akibat kekeringan spiritual merupakan fenomena terbaru yang terjadi belakangan ini. Hal ini mungkin terjadi akibat ketidak berdayaan intelektualitas menjawab masalah bangsa yang berakibat pada negara. Boleh jadi sebab musababnya justru sebaliknya, negara telah menjadi penyebab rusaknya etika, moral dan akhlak yang semakin membuat terpuruknya tata kehidupan berbangsa maupun bernegara.

Masyarakat kampus yang mulai menyadari telah terperangkap dalam tatanan budaya material mulai sadar bahwa keunggulan intelektual tidak cukup memadai untuk menjawab segenap kebobrokan etika dan moral yang berkisar pada akhlak sebagai takaran kualitas dari peradaban manusia.

Akibatnya, kejeniusan para intelektual hanya dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri atau bahkan untuk memperdaya sekaligus memusnahkan orang lain yang dianggap musuh, paling tidak untuk mereka yang diposisikan sebagai pesaing atau musuh. Sedangkan laku spiritual selalu diawali oleh niat baik, prasangka baik yang diboboti kejujuran, keikhlasan, kerendahatian serts kemampuan mengendalikan hawa nafsu atau ambisi untuk lebih unggul dari orang lain. Karena itu sikap dan sifat ugahari diperlukan untuk dijadikan pengendali egoisme, ambisi dan keinginan untuk memaksakan kehendak, tanpa mengindahkan kepetingan, pendapat maupun sikap orang lain.

Dalam konteks ini, sikap dan sifat teposeliro — tenggang rasa hingga hasrat untuk menghargai orang lain — patut mendapat tempat dihati. Bisa saja tidak ada di dalam otak — sebagai sumber akal dan daya pikir — karena kemampuan daya pikir memang terbatas, tidak mungkin mampu melampaui daya jangkau yang dapat dicapai manusia lewat dimensi spiritual.

Baca Juga  Mengintip 5 Keunggulan  iPhone 14, Ponsel Elegan dengan Body yang Kokoh

Itulah sebabnya peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sulit diterima oleh akal, karena Isra Mi’raj memang hanya dapat diterima oleh keyakinan atas kepercayaan kepada kekuasaan Tuhan.

Diskusi antara Nabi pun — ketika ketika memperdebatkan kemampuan Nabi Muhammad SAW melakukan Isra dan Mi’raj hanya dalam waktu semalam mampu melakukan dari bumi ke langit lapis ke tujuh — secara matematis pun sulit untuk dipahami dalam kepongahan intelektual yang tidak memiliki getaran dari frekuensi spiritual. Karena untuk perjalan yang begitu jauh — Isra Mi’raj — sulit dicerna oleh akal sehat sekalipun. Sebab perjalan yang begitu jauh — dari bumi ke langit lapis ketujuh — walau mampu melakukan dengan kecepatan cahaya, memerlukan waktu yang cukup lama. Sebab dalam hitungan matematis, jarak dari bumi ke langit ketujuh itu hanya mungkin bisa ditempuh dengan kecepatan suara ribuan tahun lamanya.

Jadi — logika dari peristiwa Isra dan Mi’rat — hanya mungkin mampu dipahami dengan keyakinan yang berbobot spiritual, tidak oleh sikap pongah kejeniusan akal yang abai pada dimensi illahiyah. Apalagi cuma sekedar kepongahan akademis yang lebih dominan memposisikan manusia sekedar menjadi tukang. Atau semacam sekrup kecil dari alat untuk dipergunakan oleh pihak lain sebagai budak upahan yang berorientasi material. Sekedar kepuasan duniawi yang jauh dari nilai-nilai Illahiah.

Bengkulu 21 Februari 2023

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengintip 5 Keunggulan  iPhone 14, Ponsel Elegan dengan Body yang Kokoh
Pengawasan Pemilu ala “peringatan kebakaran dan patrol polisi” oleh Halid Saifullah
Perlunya Sosialisasi Terkait Regulasi yang Dikeluarkan Pemerintah Dalam Penerapan Aturan Administrasi Pers 
Faktor Intelektualitas tidak di Pandu dengan Spiritualitas bisa Menghasilkan Perbuatan Liar dan Brutal
5 Rekomendasi Produk Elektronik di Blibli
Viral, Sabun Cuci Piring Merek (Newrita) Produk Lokal Banyak Diminati Oleh Provinsi Tetangga
Fenomena Taruhan Bola Pada Piala Dunia 2022 Dalam Kacamata Teori Komunikasi
Cerita Gupardi, Petani di Bengkulu yang Mekarkan Bunga Rafflesia di Kebunnya, Berawal dari Iseng
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Desember 2023 - 10:31 WIB

Mengintip 5 Keunggulan  iPhone 14, Ponsel Elegan dengan Body yang Kokoh

Selasa, 28 Februari 2023 - 13:48 WIB

Pengawasan Pemilu ala “peringatan kebakaran dan patrol polisi” oleh Halid Saifullah

Minggu, 26 Februari 2023 - 13:18 WIB

Perlunya Sosialisasi Terkait Regulasi yang Dikeluarkan Pemerintah Dalam Penerapan Aturan Administrasi Pers 

Kamis, 23 Februari 2023 - 15:09 WIB

Faktor Intelektualitas tidak di Pandu dengan Spiritualitas bisa Menghasilkan Perbuatan Liar dan Brutal

Selasa, 21 Februari 2023 - 22:31 WIB

Isra Mi’rat Hanya Mungkin Dipahami Dari Dimensi Spiritual. Tidak Dengan Kepongahan Intelektual

Berita Terbaru