Kain Batik Besurek, Melambangkan Identitas dan Kehormatan Bagi Masyarakat Bengkulu

- Penulis

Senin, 7 Oktober 2024 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kain batik besurek memiliki keunikan tersendiri yang memiliki nilai jual ke dunia internasional

Foto: Kain batik besurek memiliki keunikan tersendiri yang memiliki nilai jual ke dunia internasional

Bengkulu, Beritarafflesia.Com-  Warisan budaya asli Indonesia salah satunya batik yang telah dikenal dan diakui oleh dunia. Terdapat banyak jenis kain batik di Indonesia dengan keunikannya masing-masing, salah satunya kain batik besurek dari asal bengkulu.

Mengutip dari kemenparekraf.go.id, batik besurek merupakan salah satu jenis batik yang menonjol dengan bentuk khas dan makna tersendiri. 

Lahirnya batik besurek berkaitan erat dengan budaya dan tradisi masyarakat Bengkulu yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Batik tersebut lahir dari perpaduan pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad ke-17.

Menurut catatan dalam  sejarah lain, mengatakan bahwa terciptanya kain besurek bermula saat pahlawan Pangeran Sentot Alibasyah beserta keluarga dan pengikutnya hijrah ke Bengkulu. Hal itu juga dibuktikan dari para pemakai dan pengrajin kain ini yang sebagian besar berasal dari keturunan Pangeran Sentot Alibasyah.

Terkait dengan kain besurek dalam bahasa Bengkulu berarti bersurat atau tulisan. Batik ini memiliki ciri khas utama berupa motif huruf Arab-Melayu atau aksara yang mirip kaligrafi.

Baca Juga  STIESNU Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Di Seluma

Selain dengan huruf, kain batik ini dihiasi motif berupa pola geometris dan simbol-simbol yang terkait dengan budaya dan tradisi lokal dengan simbol bunga rafflesia. Oleh sebab itu, batik besurek dibuat dengan sangat teliti dan cermat.

Proses pembuatan kain besurek dimulai dengan menggambar motif diatas kain dengan menggunakan lilin. Selanjutnya, kain dicelupkan ke dalam pewarna alami yang berasal dari daun, akar, maupun buah-buahan.

Setelah proses pewarnaan selesai, dilanjutkan ke proses pencucian saat malam yang bisa memakan waktu beberapa hari. Dengan proses ini bergantung pada kompleksitas motif dan jumlah warna yang digunakan.

Tak sekadar menonjolkan keindahan motifnya, batik besurek khas Bengkulu juga memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam. Motif kaligrafi pada kain ini lebih mengarah pada bentuk dekoratif. 

Dahulu, batik besurek dikenakan di berbagai upacara adat, seperti pernikahan, khitanan, dan upacara keagamaan. Batik besurek khas Bengkulu tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga simbol identitas dan kehormatan bagi masyarakat bengkulu. (Ayy)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas
Tokoh Pemuda dan Gereja di Nabire Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi Demo
Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung
Ketua Bhayangkari Bengkulu Ajak Warga Ramaikan Kemala Run 2026 di Bali
HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat
Arus Mudik Baru 25 Persen Tinggalkan Jakarta, Kakorlantas Tegaskan Keselamatan Prioritas Operasi Ketupat 2026
Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Jalan Hotmix Renah Semanik–Kelindang Bengkulu Tengah Dipertanyakan
Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:50 WIB

188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas

Senin, 6 April 2026 - 15:04 WIB

Tokoh Pemuda dan Gereja di Nabire Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi Demo

Senin, 6 April 2026 - 08:37 WIB

Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung

Senin, 30 Maret 2026 - 11:36 WIB

Ketua Bhayangkari Bengkulu Ajak Warga Ramaikan Kemala Run 2026 di Bali

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:32 WIB

HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat

Berita Terbaru