Penerbitan EUA Vaksin COVID-19 Memasuki Evaluasi Tahap Akhir

- Penulis

Sabtu, 9 Januari 2021 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritarafflesia.com- Kepala Badan Pengawad Obat dan Makanan (POM) Penny K. Lukito mengatakan penerbitan Emergency Use Autorization (EUA) untuk penggunaan vaksin COVID-19 telah memasuki tahap akhir evaluasi uji klinik.

BPOM dikatakannya telah menerima data-data uji klinik fase 3 dari Tim Uji Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Bio Farma secara lengkap hari ini, Jumat (8/1/2021). Ini adalah data interim analisis dengan periode pemantauan 3 bulan sejak para relawan atau subyek penelitian mendapatkan suntikan vaksin.

“Uji klinik vaksin Sinovac yang dilakukan di Bandung memiliki desain yang sama dengan uji klinik yang dilakukan di Brazil dan Turki. Menggunakan subject dengan rentang usia 18-59 tahun,” kata Penny.

Sedangkan untuk penggunaan lanjut usia (di atas 59 tahun) masih menunggu hasil uji klinik fase III yang dilakukan di Brazil. Uji klinik fase III di Brazil memberikan hasil sebesar 78 persen dan di Turki memberikan hasil sebesar 91,25 persen.

Perbedaan hasil di setiap negara tidak bisa dibandingkan karena dipengaruhi beberapa faktor yaitu perbedaan jumlah subjek, jumlah populasi subjek, karakteristik subjek, dan lingkungan di masing-masing negara.

Baca Juga  Wapres RI : Kolaborasi KASN Dengan Pusat Harus Ditingkatkan

Proses evaluasi dilakukan BPOM bersama Komite Nasional Penilai Obat yang beranggotakan para pakar yang tergabung dalam Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Percepatan proses evaluasi pemberian EUA, kata Penny, Badan POM menerapkan rolling submission di mana data yang dimiliki oleh industri farmasi dapat disampaikan bertahap.

Setelah EUA diterbitkan, Badan POM akan mengawal mutu vaksin di jalur distribusi mulai keluar dari industri farmasi hingga vaksinasi pada masyarakat.

Hal ini penting karena vaksin merupakan produk rantai dingin (Cold Chain) dimana suhu penyimpanan dan pengiriman harus betul-betul dijaga sesuai dengan persyaratan yaitu dua hingga delapan derajat.

“Balai POM di seluruh Indonesia akan terus mengawal dan melakukan pendampingan pada Dinas Kesehatan terkait penyimpanan vaksin agar memenuhi cara distribusi obat dengan baik,” kata Penny.

Sumber: Infopublik

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemda dan Satgas Operasi Damai Cartenz Klarifikasi Isu Bom di Gereja Intan Jaya: Dipastikan Hanya Komponen Lonceng Gereja
Patroli Jalan Kaki Ops Damai Cartenz 2026 Jaga Stabilitas Keamanan Kota Dekai, Yahukimo
Jelang Akhir Musim Haji, Satgas Haji Perkuat Perlindungan Jemaah Indonesia
Patroli Jalan Kaki, Personel Ops Damai Cartenz Perkuat Keamanan dan Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya
Tim Bulutangkis Polri Raih 4 Medali Emas dan 2 Perak SEA Police Badminton Championship 2026 di Kamboja
Satgas Operasi Damai Cartenz Amankan Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya
Bhabinkamtibmas Hadiri Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 115 Kaur
Adi Mambrasar Puji Kiprah Satgas Damai Cartenz, Humanis dalam Pelayanan, Tegas dalam Penegakan Hukum
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:32 WIB

Pemda dan Satgas Operasi Damai Cartenz Klarifikasi Isu Bom di Gereja Intan Jaya: Dipastikan Hanya Komponen Lonceng Gereja

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:47 WIB

Patroli Jalan Kaki Ops Damai Cartenz 2026 Jaga Stabilitas Keamanan Kota Dekai, Yahukimo

Senin, 1 Juni 2026 - 22:45 WIB

Jelang Akhir Musim Haji, Satgas Haji Perkuat Perlindungan Jemaah Indonesia

Senin, 1 Juni 2026 - 16:08 WIB

Patroli Jalan Kaki, Personel Ops Damai Cartenz Perkuat Keamanan dan Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:02 WIB

Tim Bulutangkis Polri Raih 4 Medali Emas dan 2 Perak SEA Police Badminton Championship 2026 di Kamboja

Berita Terbaru