Bengkulu, Beritarafflesia.com. – Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu terus mematangkan seluruh aspek kesiapan menjelang penilaian akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Direktur RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cherlyviera, mengatakan terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus penguatan, yakni mutu pelayanan, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kelayakan fasilitas dan sarana prasarana penunjang medis.
Menurutnya, mempertahankan status akreditasi Paripurna yang telah diraih sebelumnya bukanlah hal mudah. Terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan gejolak ekonomi, manajemen rumah sakit dituntut mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
“Kami optimistis dapat mempertahankan capaian akreditasi Paripurna yang telah diraih RSHD Kota Bengkulu. Setidaknya menjelang akhir masa pengabdian saya sebagai Direktur RSHD, saya ingin memastikan hasil yang selama ini dicapai tetap terjaga demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Bengkulu,” ujar Lista.
Sebagai langkah konkret, RSHD Kota Bengkulu akan mendatangkan tim surveior dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada bulan depan.
Kehadiran tim independen tersebut bertujuan melakukan simulasi penilaian sekaligus mengevaluasi tingkat kesiapan rumah sakit sebelum pelaksanaan survei akreditasi resmi pada Oktober mendatang.
Melalui simulasi tersebut, manajemen berharap dapat mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu disempurnakan sehingga seluruh standar akreditasi dapat dipenuhi secara maksimal dan status Paripurna tetap dapat dipertahankan. (Br) Adv












