Sultan Kritik Paradigma Politik Kesukuan

- Penulis

Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan B Najamudin Wakil Ketua DPD RI Provinsi Bengkulu

Sultan B Najamudin Wakil Ketua DPD RI Provinsi Bengkulu

Beritarafflesia.com-Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengkritisi pernyataan beberapa tokoh yang menyatakan sikap skeptis terhadap kehadiran bakal calon presiden bukan keturunan Jawa selama ini.

Menurutnya, paradigma politik Jawa dan non Jawa atau Jawacentris tersebut sangat tidak relevan lagi untuk dibicarakan di negara demokrasi yang besar seperti Indonesia. Mari kita lihat pemerintahan Inggris yang hari ini sudah dipimpin oleh seorang PM keturunan India.

“Bahwa benar terdapat realitas demografis dan populer vote yang besar di Pulau Jawa pada setiap momen pemilu. Tapi itu tidak berarti kita menutup diri dan peluang bagi keterpilihan putra-putri terbaik bangsa dari daerah-daerah lain dari seluruh Indonesia”, ungkap mantan aktivis KNPI dan HIPMI itu melalui keterangan resminya pada Rabu (26/10).

Oleh karena itu, kata Sultan, paradigma politik Jawacentris tersebut harus kita akhiri dengan pembaharuan sistem rekruitmen politik terhadap figur bakal capres pada setiap pemilu langsung. Benar kata Presiden Jokowi, bahwa Parpol tidak boleh semboro memilih Capres.

Baca Juga  Pembunuhan Pendulang Emas di Awimbon, Petugas Gabungan Fokus Evakuasi Korban dan Pengejaran Pelaku

“Apalagi parpol cenderung hanya dengan melihat fakta popularitas dan elektabilitas yang diukur oleh lembaga survey politik saja. Sistem Rekrutmen politik capres harus dilakukan dengan mekanisme dan standar nominasi tertentu yang ideal”, tegas Pimpinan DPD termuda asal Bengkulu itu.

Di sisi lain, lanjut Sultan mengusulkan agar hasil pemilu tidak hanya dihitung dari populer vote saja tapi juga diukur dengan sebaran electoral college. Karena harus kita akui bahwa kualitas pemilih kita sangat rentan dimanipulasi dengan money politics dan isu politik identitas.

“Dengan demikian keadilan politik dan paradigma politik Jawa atau non jawa dapat kita seimbangkan. Jangan sampai kita selalu terjebak dalam dikotomi politik identitas suku dan agama tertentu saja yang dinilai berhak menjadi pemimpin nasional”, tegasnya.(zon)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Tinjau Pameran Hari Bhayangkara ke-80, Produk Dalam Negeri Dominasi Inovasi Kepolisian
Melalui Honai Belajar, Ops Damai Cartenz Kenalkan Dunia dan Tata Surya kepada Anak-anak di Tembagapura, Timika, Papua Tengah
Diburu Sejak April, Satgas Damai Cartenz Akhiri Pelarian Danops HSSBI di Yahukimo
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis
Selamatkan Anak Tenggelam, Anggota Polda Maluku Gugur dalam Aksi Kemanusiaan
Tokoh Hindu di Mimika Dukung Ops Damai Cartenz Jaga Kamtibmas Lewat Pendekatan Humanis
Polda Lampung Gelar Bazar, Pasar Rakyat, Olahraga Bersama, dan Bakti Sosial Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:46 WIB

Prabowo Tinjau Pameran Hari Bhayangkara ke-80, Produk Dalam Negeri Dominasi Inovasi Kepolisian

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:26 WIB

Melalui Honai Belajar, Ops Damai Cartenz Kenalkan Dunia dan Tata Surya kepada Anak-anak di Tembagapura, Timika, Papua Tengah

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:56 WIB

Diburu Sejak April, Satgas Damai Cartenz Akhiri Pelarian Danops HSSBI di Yahukimo

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:53 WIB

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis

Senin, 22 Juni 2026 - 20:12 WIB

Selamatkan Anak Tenggelam, Anggota Polda Maluku Gugur dalam Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru

Provinsi Bengkulu

Paripurna DPRD Provinsi, Tujuh Fraksi Terima Pertanggungjawaban APBD 2025

Senin, 24 Agu 2026 - 18:26 WIB