Terungkap Fakta Baru, Ibu dan Bayi Tewas Mengenaskan Di Kepahiang Bengkulu 

- Penulis

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terungkap Fakta Baru, Ibu dan Bayi Tewas Mengenaskan Di Kepahiang Bengkulu 

Kepahiang,Beritarafflesia.Com-Terungkap fakta baru kasus tewasnya seorang ibu dan bayi di Desa Talang Tige, Kecamatan Muara Kemumu, Kepahiang, Bengkulu, pada Kamis (11/7/2024) sekira pukul 14.00 WIB.

Tidak hanya Lia Anggraini (36) dan anaknya Jibril (5 bulan) ditemukan tewas secara tragis dan mengenaskan.

Tapi adanya pengakuan bahwa uang senilai Rp 13 juta yang ada di rumah tersebut hilang.

Dugaan perampokan itu juga menguat setelah kondisi di dalam rumah yang tampak acak-acakan.

Awalnya, suami yang bernama Andi melihat rumah terkunci dari luar.

Saat dilihat dari jendela, anaknya yang masih 5 bulan sudah tewas.

Begitu pintu dibuka paksa, jasad istrinya Lia Anggraini (36) juga ditemukan di dalam.

Sat Reskrim Polres Kepahiang masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan dari saksi-saksi.

Berbagai dugaan penyebab tewasnya ibu dan anak itu bermunculan, mulai dari pembunuhan, akhiri hidup hingga terbaru yakni perampokan.

Hal itu muncul setelah adanya informasi bahwa korban dan suaminya sempat menjual kopi dua hari sebelum kejadian.

Ditambah adanya pengakuan bahwa uang senilai Rp 13 juta yang ada di rumah tersebut menghilang.

Dugaan perampokan itu juga menguat setelah kondisi di dalam rumah yang tampak acak-acakan.

Namun ada kejanggalan jika memang kasus tersebut merupakan perampokan yakni dengan kondisi kedua korban yang sangat tragis.

Terutama pada kondisi bayi malang bernama Jibril yang masih berusia 5 bulan.“Iya informasinya baru jual kopi, dua hari sebelum kejadian, mereka itu orangnya baik,” sampai salah satu sumber yang dihimpun oleh pihak media.

Sementara itu, juga ada dugaan lain yakni sang ibu yang diduga memiliki depresi terkuak saat sang suami yakni Andi memberikan keterangan di Mapolres Kepahiang.

Suami korban dan ayah dari bayi malang itu tampak menjadi saksi dan memberikan sejumlah keterangan di ruang Sat Reskrim Polres Kepahiang hingga larut malam.
“Dulu pernah mau diruqyah,” ucap Andi saat di hadapan penyidik.

Di mana diduga sang ibu lah yang tega membunuh anaknya sendiri dengan sadis kemudian berniat bunuh diri.

Selain itu, sejumlah kejanggalan seperti korban Lia yang darahnya berceceran hingga diduga akhirnya mati lemas kehabisan darah.

Korban bahkan sempat menaiki pohon setinggi 4 meter lebih sebelum tewas.

Baca Juga  Pemdes Sumber Sari Kepahiang, Serah Terima Bibit Alpukat Dan Nangka Sayur Kepada Warga

Luka-luka di tubuh korban juga bukan hanya berasal dari sajam jenis parang yang ditemukan sebagai barang bukti.Semasa hidupnya, korban Lia ini memiliki dua orang anak salah satu anaknya yang berusia 10 tahun kebetulan sedang pergi bersama suaminya.

Sedangkan yang berada dirumah hanyalah korban Lia dan korban Jibril.

Suami korban sendiri diketahui merupakan perangkat Desa Talang Tige.

Kasus tewasnya ibu dan anak di Desa Talang Tige Kecamatan Muara Kemumu masih misteri.Apakah ibu dan anak itu korban pembunuhan ataukah kemungkinan lainnya.

Dimana dari hasil autopsi dan cek TKP, sejumlah kejanggalan ditemukan sehingga kasus ini masih menjadi misteri.


Dari data terhimpun, banyak ditemukan ceceran darah di sekitar lokasi yang diduga semuanya dari sang ibu yakni Lia Anggraini (36).

Korban Lia mengalami sejumlah luka di tubuhnya mulai dari putusnya urat nadi, luka di perut, luka ditangan dan luka di kaki kiri. Luka-luka itu disebabkan oleh senjata tajam (sajam).

Diduga korban Lia meninggal dunia akibat lemas karena kehabisan darah. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah kaku.

Bahkan ada telur lalat di sejumlah bagian tubuhnya. Diperkirakan korban ini telah lama tewas dengan perkiraan lebih dari empat jam sebelum ditemukan.

Sedangkan untuk anaknya Jibril (5 bulan), meninggal dunia akibat terbelah menjadi dua bagian.

Dari tubuh bayi itu terdapat bekas bacokan sajam jenis parang yang berulang kali hingga akhirnya terputus.

Hal ini terlihat dari adanya lebam yang ada di tubuh bayi malang itu sehingga dapat disimpulkan bayi itu berulang kali dibacok hingga tewas dengan kondisi mengenaskan.

Adapun kejanggalan lainnya adalah, darah milik korban Lia yang berceceran.
Bahkan dilihat dari jejak darah, kemungkinan korban Lia ini sempat berupaya menaiki pohon setinggi 4 meter lebih di belakang rumahnya sebelum akhirnya kembali turun.

Belum diketahui tujuannya memanjat pohon tersebut. Dari pohon tersebut banyak ceceran darah korban yang ditemukan.

Untuk barang bukti yang didapat di lokasi kejadian hanya sajam jenis parang. Sedangkan untuk pisau masih akan dipastikan terlebih dahulu.

Tentu saja peristiwa ini masih menjadi misteri dan berbagai opini liar bermunculan.

Ditambah berdasarkan informasi adanya barang yang hilang dari rumah korban yakni uang tunai sebesar Rp 13 juta lebih.(BR1)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nomor Urut Calon Kepala Desa Air Selimang Kepahiang Ditetapkan
Pemdes Temdak Sukses Gelar Musyawarah Desa, Bahas RKPDes Tahun 2027
Pemdes Permu Salurkan BLT Dana Desa Tahap II kepada 22 Keluarga Penerima Manfaat
Pemdes Mekar Sari Gelar Musrenbangdes, Bahas RKPDes Tahun 2027
Pemdes Renah Kurung Kepahiang Gelar Musyawarah Khusus Bahas RKPDes
Pemdes Renah Kurung Gelar Musyawarah Desa Bahas Rembuk Stunting Tahun 2026
Pemdes Renah Kurung Kepahiang Gelar Musyawarah Pra-Pelaksanaan Pembangunan Desa 2026
SD Negeri 06 Desa Temdak Kepahiang Terima Bantuan Rehabilitasi Lima Ruang Kelas
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Nomor Urut Calon Kepala Desa Air Selimang Kepahiang Ditetapkan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Pemdes Temdak Sukses Gelar Musyawarah Desa, Bahas RKPDes Tahun 2027

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemdes Permu Salurkan BLT Dana Desa Tahap II kepada 22 Keluarga Penerima Manfaat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Pemdes Mekar Sari Gelar Musrenbangdes, Bahas RKPDes Tahun 2027

Kamis, 24 September 2026 - 08:57 WIB

Pemdes Renah Kurung Kepahiang Gelar Musyawarah Khusus Bahas RKPDes

Berita Terbaru