Empat Anak Tak Bersekolah, Ayah Buruh Serabutan Bertahan Hidup: Potret Kemiskinan Nyata di Rejang Lebong

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rejang Lebong, Beritarafflesia.com.-  Kemiskinan struktural masih menjadi realitas pahit bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong. Di Desa Kampung Baru Palbatu, Kecamatan Selupu Rejang, sebuah keluarga kecil hidup dalam keterbatasan ekstrem, bahkan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar.

M. Taufik (53), seorang buruh kasar serabutan, harus berjuang sendiri menghidupi empat orang anaknya yang masih berusia belia. Ia menjadi orang tua tunggal dengan penghasilan yang tidak menentu, bergantung sepenuhnya pada pekerjaan harian yang kerap kali tak kunjung datang.

Keempat anak Taufik masing-masing berusia 13 tahun, 10 tahun, 8 tahun, dan seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Ironisnya, di usia yang seharusnya diisi dengan kegiatan belajar dan tumbuh kembang, tidak satu pun dari mereka saat ini mengenyam pendidikan formal.

Kalau ada kerja, kami bisa makan. Kalau tidak ada, ya harus bertahan,” ungkap Taufik dengan suara lirih.

Dalam sepekan terakhir, Taufik mengaku sama sekali tidak mendapatkan pekerjaan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kehidupan anak-anaknya. Pada hari ini, keempat anak tersebut bahkan tidak bisa makan karena tidak ada uang untuk membeli bahan pangan.

Sepanjang tahun 2025, keluarga ini tercatat hanya satu kali menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Setelah bantuan tersebut habis, mereka kembali harus bertahan hidup tanpa jaminan sosial yang berkelanjutan. Bantuan yang diterima dinilai belum mampu menjawab kebutuhan jangka panjang, terutama untuk biaya pendidikan anak-anak.

Baca Juga  Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi, Ajak Umat Tingkatkan Ibadah Selama Ramadhan

Kondisi paling memprihatinkan adalah terputusnya akses pendidikan. Keempat anak tersebut berada pada masa emas perkembangan. Tanpa sekolah, mereka berisiko kehilangan masa depan dan terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang sama dengan orang tuanya.

Di rumah sederhana berdinding papan, anak-anak itu tumbuh tanpa seragam sekolah, tanpa buku pelajaran, dan tanpa lingkungan belajar yang layak. Setiap hari mereka menyaksikan ayahnya yang tak lagi muda berjuang mengais penghidupan demi empat masa depan yang kini berada di ujung tanduk.

Kisah M. Taufik bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan persoalan sosial yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui instansi terkait dapat segera melakukan pendataan dan intervensi, antara lain melalui:

  • Bantuan sosial yang berkelanjutan
  • Fasilitasi dan akses pendidikan bagi keempat anak
  • Pendampingan ekonomi untuk menciptakan penghidupan yang lebih layak

Anak-anak tersebut tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya membutuhkan hak dasar sebagai warga negara: makan yang layak, pendidikan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Ketika seorang ayah telah berjuang hingga batas kemampuannya, maka sudah sepatutnya negara hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tumbuh tanpa pendidikan dan harapan. (Br) Wandra

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong
Pemdes IV Suku Menanti RL Salurkan BLT Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat
Maksimalkan Potensi Dana Umat, Pemkab dan Baznas Rejang Lebong Kebut Aturan Baru Pengelolaan ZIS
Cegah Perkawinan Anak dan Kekerasan Perempuan, Pemkab Rejang Lebong Rangkul Tokoh Adat hingga Hadirkan Layanan Terpadu di Puskesmas
Pemdes Warung Pojok Gelar Musyawarah Pra-Pelaksanaan Kegiatan 2026
Polsek Sindang Kelingi Laksanakan Pengawalan Pengendara Motor di Jalur Curup–Lubuklinggau
Tegas! Ketua Harian LSM GP2AM Amuasuriadi Kutuk Aksi Begal di Rejang Lebong: “Cederai Rasa Aman Masyarakat
Polres Rejang Lebong Amankan Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Darussalam Air Rambai
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:25 WIB

Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:12 WIB

Pemdes IV Suku Menanti RL Salurkan BLT Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:43 WIB

Maksimalkan Potensi Dana Umat, Pemkab dan Baznas Rejang Lebong Kebut Aturan Baru Pengelolaan ZIS

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:41 WIB

Cegah Perkawinan Anak dan Kekerasan Perempuan, Pemkab Rejang Lebong Rangkul Tokoh Adat hingga Hadirkan Layanan Terpadu di Puskesmas

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:47 WIB

Pemdes Warung Pojok Gelar Musyawarah Pra-Pelaksanaan Kegiatan 2026

Berita Terbaru

Provinsi Bengkulu

Paripurna DPRD Provinsi, Tujuh Fraksi Terima Pertanggungjawaban APBD 2025

Senin, 24 Agu 2026 - 18:26 WIB