Bengkulu, Beritarafflesia.com. – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan kuota BBM subsidi untuk Provinsi Bengkulu dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian tersebut diperoleh setelah Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan audiensi dengan BPH Migas di Gedung BPH Migas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dalam pertemuan itu, BPH Migas memaparkan secara rinci data kuota dan realisasi penyaluran BBM jenis Pertalite (JBKP) dan Solar (JBT) di Bengkulu.
“Setelah kita lihat langsung data dari BPH Migas, kuota BBM Bengkulu baik Pertalite maupun Solar itu cukup. Tidak pernah ada kekurangan kuota dari pemerintah pusat,” ujar Helmi usai pertemuan.
Bukan Kuota, Tapi SPBU Terbatas
Menurut Helmi, persoalan yang selama ini memicu antrean panjang di sejumlah wilayah bukan disebabkan kekurangan kuota, melainkan keterbatasan jumlah SPBU, khususnya di Kota Bengkulu.
“Masalah kita ternyata bukan kuota, tetapi jumlah SPBU yang masih kurang. Kuota sudah cukup, tetapi SPBU belum mencukupi untuk menampung dan menyalurkan secara maksimal,” jelasnya.
Sebagai solusi, Pemprov Bengkulu akan mendorong penambahan SPBU guna memperkuat infrastruktur distribusi energi di daerah.
“Intinya, kuota sudah cukup. Sekarang tugas kita memperkuat infrastruktur penyaluran. Kita ingin masyarakat Bengkulu mudah mendapatkan BBM tanpa antre panjang,” tegas Helmi.
Anggota Komite BPH Migas, Hasbi Anshory, menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memastikan distribusi energi berjalan optimal.
“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memastikan energi tersalurkan dengan baik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
Berdasarkan data BPH Migas, total kuota Pertalite Bengkulu pada 2025 mencapai 252.857 kiloliter (KL) dengan realisasi penyaluran rata-rata di atas 89 persen di masing-masing kabupaten/kota.
Sementara pada 2026, kuota Pertalite ditetapkan sebesar 231.356 KL atau turun sekitar 8,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk BBM jenis Solar, kuota Bengkulu tahun 2025 tercatat 108.191 KL dan tersalurkan optimal. Bahkan beberapa daerah seperti Bengkulu Tengah dan Lebong realisasinya melebihi 100 persen dari kuota.
Pada 2026, kuota Solar ditetapkan sebesar 96.151 KL atau turun sekitar 11,1 persen. Adapun realisasi awal tahun masih berkisar 12 hingga 18 persen karena tahun anggaran masih berjalan.
Dengan kepastian kuota tersebut, Pemprov Bengkulu menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan distribusi semakin merata di seluruh wilayah. (Kyn)












