Lebaran, Walikota Warning ASN dan Pejabat melalui SE Terkait Gratifikasi

- Penulis

Sabtu, 8 Mei 2021 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bengkulu.Beritarafflesia.com – Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah 2021 Masehi tinggal menghitung hari, kemenangan ini umat Muslim saling bermaaf-maafan dan tidak jarang saling memberikan sesuatu berupa hadiah atau istilah lainnya. Sabtu (8/5/2021)

Kebiasaan ini juga kerap dilakukan antar sesama pejabat atau dari pihak rekanan ke pejabat, ini yang diwanti-wanti oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Karena pemberian dari siapa pun kepada pejabat dan termasuk ASN pada umumnya merupakan perbuatan yang dianggap gratifikasi dan tergolong dalam tindak pidana korupsi.

Oleh karena itu, Helmi membuat surat edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh ASN termasuk pejabat.

Berdasarkan SE nomor 136/INSP/2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya, Helmi menghimbau dan menegaskan di salah satu point bahwa dilarang menerima hadiah/gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

SE yang dikeluarkan walikota itu merupakan tindaklanjut Surat Edaran Ketua KPK RI Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya tanggal 28 April 2021, dan dalam rangka mendukung upaya pencegahan korupsi di Kota Bengkulu, khususnya

Baca Juga  DPUPR Kota Bengkulu, Terapkan Apel Pagi dan Siang Guna Meningkatkan Kedisiplinan

pengendalian gratifikasi terkait hari raya keagamaan atau perayaan hari besar lainnya.

Dalam SE juga ditegaskan dilarang melaksanakan perayaan hari raya keagamaan atau hari raya besar lainnya secara berlebihan sehingga menyebabkan peningkatan pengeluaran yang tidak dibutuhkan dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, dilarang melakukan permintaan, pemberian, penerimaan gratifikasi yang berhubungandengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, serta tidak memanfaatkan kondisi pandemik Corona Vinus Disease 2019 (COVID-19) atau perayaan hari raya untuk melakukan perbuatan atau tindakan koruptif yang dapat menimbulkan konflik kepentingan, bertentangan dengan peraturan/kode etik, dan memiliki risiko sanksi pidana.(Joe)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu
Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Lebong, Gubernur Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas
Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung
Menuju Kawasan Industri Pulau Baai, Pemprov Bengkulu Himpun Pelaku Usaha
HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat
Inflasi Bengkulu Zona Hijau, Kepala Daerah Diminta Pantau Bapok Jelang Idulfitri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:09 WIB

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu

Sabtu, 18 April 2026 - 22:24 WIB

Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global

Kamis, 9 April 2026 - 09:43 WIB

Banjir Bandang Terjang Kabupaten Lebong, Gubernur Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Rabu, 8 April 2026 - 19:50 WIB

188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas

Senin, 6 April 2026 - 08:37 WIB

Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung

Berita Terbaru