Pengumpulan Data di Indonesia Ketinggalan Zaman?

- Penulis

Rabu, 1 September 2021 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket.poto : Yosep Oktavianus Sitohang ASN BPS Provinsi Bengkulu

Bengkulu,Beritarafflesia.com – Salah satu tahapan dari penyelenggaraan statistik adalah pengumpulan data. Badan Pusat Statistik (BPS), sebagai lembaga resmi statistik yang diamanatkan Undang-Undang, dalam melakukan pengumpulan data mayoritas masih menggunakan kuesioner pada beberapa dasawarsa ini.

Lantas apakah hal tersebut membenarkan pernyataan bahwa proses pengumpulan data BPS di negara ini sudah ketinggalan zaman ? Kuesioner memang masih menjadi alat favorit BPS untuk memperoleh data dilapangan.

Namun demikian, tidaklah pas jika hal ini serta merta menjadi pembenaran untuk menyatakan pengumpulan data di Indonesia sudah ketinggalan zaman.

Agar terlaksananya CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) –istilah keren dari mendata tanpa kuesioner- dalam pendataan BPS, syarat utamanya adalah ketersediaan smartphone dengan spesifikasi mendukung pada petugas lapangan.

Ini adalah hal mutlak yang harus dipenuhi. Padahal tidak semua mitra statistik (sebutan petugas lapangan BPS) diseluruh Indonesia memilikinya.

Secara nasional saja menurut BPS, persentase penduduk yang memiliki telepon seluler (HP) ditahun 2020 hanya 62,84 persen.

Perlu diperjelas, bahwa telepon seluler yang dimaksud mencakup mulai dari HP flagship yang harganya selangit sampai HP jadul yang cuma bisa dipakai nelepon dan sms saja. Jadi jika dirinci untuk kepemilikan smartphone yang layak untuk CAPI, tentu persentasenya semakin mengecil.

Selain ketersediaan smartphone yang mumpuni, syarat lainnya yang diperlukan ialah tersedianya akses yang memadai. Internet diperlukan agar data yang sudah dikumpulkan melalui smartphone dikirim ke server untuk segera diolah. Kenyataannya dibumi pertiwi ini belum semua wilayah telah terjangkau internet.

Baca Juga  KSR PMI UINFAS Bengkulu Gelar KegiatanYRCC Se- Sumbagsel

Bahkan jangankan internet, ada wilayah yang sinyal buat nelpon dan sms saja tidak ada. Kalau pun ada, harus memanjat pohon tinggi terlebih dahulu ataupun berjalan berkilo-kilo meter hingga sampai pada daerah yang ada sinyalnya.

Sebenarnya BPS sudah mulai menerapkan CAPI dalam beberapa survei yang dilakukan. Namun implementasinya baru sebatas pada daerah-daerah yang terjangkau sinyal internet. Malahan pada perhelatan akbar 10 tahunan kemarin, BPS telah mengukir sejarah dengan menerapkan metode kombinasi pada Sensus Penduduk 2020.

Metode kombinasi yang dimaksud adalah penerapan sensus penduduk berbasis online pada Februari-Maret 2020 dan pendataan menggunakan CAPI dan kuesioner pada September 2020.

BPS pun telah menerapkan teknologi terkini pada pendataannya. Pendataan Kerangka Sampel Area (KSA) yang mendata luas lahan sawah telah menerapkan remote sensing berbasis GIS (Geographic Information System).

Pemanfaatan big data yang sedang booming diera Society 5.0 pun juga telah
diimplementasikan dalam proses pengumpulan data seperti penggunaan mobile positioning data pada pendataan wisatawan nusantara. Big data juga telah digunakan untuk melakukan kajian-kajian BPS dibidang ekonomi dan sosial. Hal diatas adalah beberapa contoh dari sekian banyak penerapan teknologi terbaru dalam pendataan BPS.

Sehingga kurang tepat jika dikatakan pengumpulan data di Indonesia sudah ketinggalan zaman.Penggunaan kuesioner memang masih menjadi pilihan utama, namun itu semata dikarenakan keterbatasan yang ada. Pembaharuan-pembaharuan telah banyak dilakukan. Dan semuanya itu bertujuan untuk menghasilkan statistik berkualitas untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.” (rn).

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jabar Pimpin Langsung Pengamanan May Day di Bandung
Polisi Pantau Aktivitas Wisatawan di Pantai Panjang, Situasi Aman dan Kondusif
Wujud Kepedulian Sosial, Kapolda Bengkulu Bedah Rumah Warga dan Bantu Fasilitas Masjid
Desk Ketenagakerjaan Polri Tunjukkan Kinerja Nyata, Sejalan dengan Arahan Presiden pada May Day 2026
Kapolda Bengkulu Perintahkan Jajarannya Selidiki Penyebab Kematian Dua Gajah
Jaga Kamtibmas, Kapolda Bengkulu Gelar Doa Bersama dengan Santri Pondok Pesantren Salafiyah Kota Bengkulu di Masjid Al Amin
Dukung Prestasi Olahraga, Kapolda Bengkulu Terima Silaturahmi Pengurus KONI Provinsi Bengkulu
Polri Jamin Hak Konstitusional Buruh Saat May Day, Pengamanan Humanis Dikede­pankan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:28 WIB

Kapolda Jabar Pimpin Langsung Pengamanan May Day di Bandung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:20 WIB

Polisi Pantau Aktivitas Wisatawan di Pantai Panjang, Situasi Aman dan Kondusif

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:17 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Kapolda Bengkulu Bedah Rumah Warga dan Bantu Fasilitas Masjid

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:10 WIB

Desk Ketenagakerjaan Polri Tunjukkan Kinerja Nyata, Sejalan dengan Arahan Presiden pada May Day 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jaga Kamtibmas, Kapolda Bengkulu Gelar Doa Bersama dengan Santri Pondok Pesantren Salafiyah Kota Bengkulu di Masjid Al Amin

Berita Terbaru

Polda Bengkulu

Kapolda Jabar Pimpin Langsung Pengamanan May Day di Bandung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:28 WIB