Warga Kecematan Padang Jaya Berang, Ambulance di Bengkulu Utara Tak Boleh Menolong Korban Laka
BENGKULU,Beritarafflesia.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara., Adu kambing 2 unit kendaraan bermotor ini mengakibatkan dua korban terkapar di jalur lintas Kabupaten. Peristiwa nahas ini terjadi sekita pukul 08.13 WIB, pada Selasa 7 November 2021.
Namun kekesalan warga memuncak, saat ingin meminjam mobil ambulance yang terparkir disalah satu kediaman petugas kesehatan, yang hanya berjarak kurang dari 40 meter dari lokasi kejadian. Warga berniat melarikan dua korban untuk segera mendapatkan penanganan medis.
“Benar, kami yang membantu membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis. Memakai mobil salah satu warga, milik pak Hambali, kami sempat meminjam ambulance tak jauh dari lokasi kejadian namun tidak diberikan, dengan alasan tidak boleh dipakai kecuali sopir,” kata Wawan warga setempat.
Wawan mengatakan, tak hanya kali ini saja, hal serupa terjadi beberapa kali di jalur lintas tepat didepan kediamannya. Sebelumnya, peristiwa lakalantas merenggut nyawa warga Kecamatan Giri Mulya. Keluarga korban harus meminjam ambulance milik Puskesmas Giri Mulya untuk menjemput jenazah dari lokasi kejadian, padahal antara jenazah dan medis plat merah dari kediaman petugas medis hanya berjarak 25 meter.
“Kita bicara kemanusiaan, apakah memang ambulance itu hanya boleh dipakai petugas tertentu saja, kami tidak tau aturan itu. Yang kami tau hanya rasa kemanusiaan. Menyelamatkan korban yang sedang sekarat, sudah berulang kali ini terjadi,” jelasnya sambil nada kesal.
Kondisi ini dibenarkan oleh warga lainnya yang acapkali membantu korban laka lantas di wilayah daerah tempat tinggalnya.”Sudah berulang kali, seperti tidak ada rasa kemanusiaannya. Saya sempat berhentikan mobil truk yang melintas, padahal kecelakaan tepat dikediaman petugas media ini. Dan ambulance terparkir depan rmhnya” cetus Marhen, warga setempat.
Mewakili masyarakat sekitar tempat tinggalnya, Marhen berharap, agar petugas medis memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Memiliki rasa kemanusiaan selaras tugas yang diembannya.
“Masyarakat sudah geram, persoalan bukan ini saja, kemaren ada warga minta tolong antar ke rumah sakit diminta uang 300 ribu rupiah. Kalo masalah kecelakaan dan mobil ambulance tak boleh digunakan itu sering terjadi, bukan sekali ini saja,” imbuh Marhen.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Samsul Maarif mengungkapkan, pihaknya telah meminta klarifikasi terkait peristiwa kecelakaan serta kabar tak sedap di instansi yang dirinya pimpin.
“Kami telah mendengar kabar itu, menurut keterangan Kepala Puskesmas kami, ambulance dari yang akan digunakan telah sampai ke lokasi tiga menit usai diminta warga. Namun korban telah dievakuasi warga,” terang Samsul Ma’arif.
Dirinya menjelaskan, secara aturan merujuk pasien menggunakan mobil ambulance harus didampingi petugas medis. Namun jika bersifat emergency semua mobil dapat digunakan untuk membantu masyarakat. Dan emergency ini dan dapat dibuktikan saat peristiwa berlangsung.
“Saya menyesalkan terkait insiden yang telah terjadi berulang kali ini, dan berjanji akan melakukan tindakan tegas terhadap bawahannya yang dinilai kurang baik dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat” Pungkasnya (Ism006)












