Siap-Siap Kena Sanksi, DLHK Provinsi Bengkulu Sebut Ada 18 Perusahaan Berada Di Peringkat Merah

- Penulis

Jumat, 7 Januari 2022 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hal ini disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Zainubi.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Zainubi.

Beritarafflesia.com – Berdasarkan hasil Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) Nomor SK.1307/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2021 tentang hasil penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup tahun 2020 – 2021, didapati setidaknya ada 18 perusahaan di Provinsi Bengkulu yang mendapat peringkat merah. 

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Zainubi, SH menyampaikan selain peringkat merah, di provinsi Bengkulu juga terdapat 37 perusahaan yang berperingkat biru.

“Agak berat apabila ada perusahaan yang dua tahun berturut yang kesalahannya sama. Itu dilakukan oleh Gakkum oleh Pusat. Kami hanya memberikan teguran untuk bupati yang memberi izinnya,” kata Zainubi, Jumat (07/01/22).

Dikatakan Zainubi, 18 perusahaan yang berperingkat merah tersebut, diantaranya :

  1. PT Sapta Sentosa Jaya Abadi, Mukomuko. 
  2. PT Agrindo Indah Persada, Seluma. 
  3. PT Bengkulu Sawit Lestari II, Seluma. 
  4. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pelabuhan Bengkulu, Kota Bengkulu. 
  5. PT Sinar Bengkulu  Selatan, Bengkulu Selatan. 
  6. PT Bio Nusantara Teknologi, Bengkulu Tengah. 
  7. PT Pamor Ganda, Bengkulu Utara. 
  8. PT Injatama – Pelabuhan Khusus Batubara, Bengkulu Utara. 
  9. PT Agricinal, Bengkulu Utara. 
  10. PT Kencana Katara Kewala, Bengkulu Utara. 
  11. PT Sandabi Indah  Lestari, Bengkulu Utara.  
  12. PT Sawit Mulia, Bengkulu Utara. 
  13. PT Bara Adhi Pratama, Bengkulu Utara. 
  14. PT Bencoolen Mining, Bengkulu  Utara. 
  15. PT Injatama, Bengkulu Utara. 
  16. PT Ciptamas Bumi Selaras, Kaur. 
  17. PT Jambi Resource, Lebong. 
  18. PT Tansri Madjid, Lebong.

“Kalau peringkat merah maka akan memberikan dampak turunnya saham perusahaan bahkan anjlok. Kalau biru itu aman saja. Jika emas maka malah akan ditawar oleh bank dengan bunga ringan,” jelas Zainubi.

Baca Juga  Perkuat Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal, Pemprov Bengkulu Berikan Akses Gerai Pangan UKM

Zainubi juga menyebut bila suatu perusahaan mendapatkan dua tahun berturut-turut peringkat merah. Dan koreksi itemnya di ayat yang sama. Maka dipastikan bahwa perusahaan bersangkutan bakal mendapat sanksi. Dimana sanksi untuk perusahaan tersebut, menjadi ranah Kementerian.

“Kalau disini, memang ada merah dalam dua tahun. Namun itu dari ayat yang berbeda. Misal di parameter hasil uji limbah cair, amoniak, itu tidak ada yang sama,” jelasnya lagi.

Perusahaan yang berperingkat merah, dikarenakan perusahaan yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria. Seperti nilai baku limbah, dalam satu tahun diharuskan 12 kali uji untuk limbah cair. Namun perusahaan tersebut tidak memenuhi jumlah tersebut. Atau sampai 12 kali, namun uji untuk limbah tidak sampai nilai baku mutu.

“Misalnya dalam satu tahun itu, tidak sampai 12. Juga pengelolaan ipal, khususnya untuk batu bara dan CPO. Tahun ini kita terus akan mengejar untuk penyelesaian ipalnya, karena ini sangat sensitif. Karena berhubungan langsung dengan makhluk hidup,” kata Zainubi.

Selain itu, ia menjelaskan ada juga yang tidak melakukan pemantau emisi udara. Sehingga perusahaan itu tidak bisa menunjukkan hasil laboratorium yang minimal dua kali setahun. Ada juga yang secara teknis yang tidak memasang tanda, forbidden di perusahaan mereka.

“Pengendalian kerusakan lahan juga jadi perhatian, khususnya di perusahaan pertambangan. Yang dari uji lab, perusahaan batu bara itu tidak ada satupun yang limbah cair mereka tidak ada yang memenuhi baku mutu,” demikian jelas Zainubi. (Adv)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringat Hari Pramuka ke-65, Pemprov Komitmen Dukung Swasembada Pangan di Bengkulu
Gandeng Kejati, Gubernur Helmi Hasan Kawal Pembangunan Bengkulu Agar Sesuai Aturan
Peringati Hari HKG PKK Ke- 54 2026, Gubernur Helmi Dorong PKK Harus Jadi Pelopor Perubahan 
Pramuka Bengkulu Mantapkan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045
Jambore Kader PKK Bengkulu 2026 Jadi Momentum Perkuat Solidaritas dan Sinergi
Beban Utang DBH Membayangi Ruang Fiskal Pemprov Bengkulu, Program Prioritas Tetap Berjalan
Turnamen Mini Soccer Piala Gubernur 2026 Resmi Ditutup Sekdaprov
Paripurna DPRD Provinsi, Tujuh Fraksi Terima Pertanggungjawaban APBD 2025
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Peringat Hari Pramuka ke-65, Pemprov Komitmen Dukung Swasembada Pangan di Bengkulu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Gandeng Kejati, Gubernur Helmi Hasan Kawal Pembangunan Bengkulu Agar Sesuai Aturan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Peringati Hari HKG PKK Ke- 54 2026, Gubernur Helmi Dorong PKK Harus Jadi Pelopor Perubahan 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Pramuka Bengkulu Mantapkan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Beban Utang DBH Membayangi Ruang Fiskal Pemprov Bengkulu, Program Prioritas Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Provinsi Bengkulu

Pramuka Bengkulu Mantapkan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:34 WIB