- Kondisi Korban saat ini makin kritis akibat di tabrak Mobil BUS SAN yang tak Bertanggungjawab
Bengkulu,Beritarafflesia.com- Dua Orang Pelajar yang masih saudara kandung, warga Sakaian kecematan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma menjadi korban kecelakaan hingga kodisinya sekarat, akibat motor yang di kendarainya di tabrak Mobil Bus SAN dari arah berlawanan, saat lebaran Haji pada bulan juni 2022 Lalu.
Dua korban kakak beradik ini, atas nama Natasyah Rahayu umur (12) tahun yang merupakan siswi kelas 2 di sekolah MTS kabupaten Seluma, dan Putri Dwi Rahayu (10) siswi kelas 05 di SDN 06 Tumbuan. Akibat kecelakaan itu kondisi dua korban sampai ini masih kritis. Sementara mobil BUS SAN yang menabrak korban, awalnya di tahan oleh kepolisian Polres Seluma, Namun sekarang sudah di lepas. Padahal urusan dengan pihak korban belum tuntas.

Menurut Yan Yunis yang merupakan ayah korban, kronologis Kejadian berawal dari 2 putrinya itu berboncengan menggunakan sepeda Motor ingin belanja ke warung. Setiba di depan warung korban Amanda menurunkan adiknya Putri., Namun belum sempat turun dari atas motor, tiba-tiba mobil BUS SAN dari arah berlawanan oleng langsung menabrak 2 korban hingga terpental.
” Akibat di tabrak Mobil BUS SAN itu, kondisi 2 Anak saya sampai saat ini masih sekarat, bahkan makin kritis. Karena setelah di bawak ke Rumah Sakit yang di alami anak saya Amanda ini sangat parah, yakni Retak di Bagian Kepala, Tulang IGA dari 1 Sampai 5 Patah,dan Gendang Telinga Bengkak. Sementara Anak saya Putri mengalami Pembekuan darah di Bagian Otak, kaki sebelah kanan Patah.” Jelas Yunis Ayah Korban saat di konfirmasi media ini,;Sabtu (3/9/2022)

Ia juga mengaku sangat kecewa dengan pihak Perusahaan PO.SAN, karena sejak kejadian, bahkan sampai sekarang baik Sopir yang saat itu menabrak anak saya tidak ada bertanggung jawab. Bahkan mobil BUS SAN yang di tahan Polisi di Polres Seluma sudah Lepas oleh polisi tanpa ada perdamaian.
” Kami berharap kepada Sopir BUS SAN yang saat itu nabrak anak saya maupun pihak perusahaan agar bertanggungjawab, karena kami ini orang tidak punya, sangat membutuhkan biaya untuk oprasi anak kami ini. Sebab dari awal kejadian jangan kan menjenguk, satu pun tidak ada yang datang menemui keluarga kami untuk bertanggungjawab” dan kami juga kecewa dengan pihak Polisi Polres Seluma, karena melepas Mobil BUS SAN itu tanpa berdamai dengan pihak kami selaku orang tua korban. Mana tanggungjawabnya”,Keluhnya
Sementara itu, Kasat lantas Polres Seluma, saat di konfirmasi tidak bisa dihubungi, hingga berita ini di tayangkan belum ada keterangan dari pijak kepolisian Polres Seluma yang menangani kasus laka lantas ini, Demikian.” (Man)












