Bengkulu, Beritarafflesia.com – Situasi saat ini masih sangat banyak warga yang belum sadar akan aturan dengan membuang sampah sembarangan. Untuk itu, dibutuhkan komitmen membangun Kota Bengkulu yang Bersih dan Sehat, dengan menindak tegas bagi siapa yang melanggarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil langkah tegas dalam penangan sampah kali ini. Pemkot akan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2011 tentang Sampah.
Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi turun langsung untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat ambil bagian dalam mewujudkan Kota Bengkulu yang bebas dari sampah.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya persoalan pemerintah saja, melain seluruh elemen masyarakat harus ambil bagian. Apalagi persoalan sampah ini bukan saja terjadi di Kota Bengkulu, melainkan seluruh daerah juga menghadapi masalah yang sama, seperti di Jakarta.
“Persoalan sampah-sampah ini bukan hanya persoalan yang ada di Kota Bengkulu saja, tetapi hampir di seluruh daerah dihadapkan dengan hal yang sama. Seperti di Jakarta, bahkan diantara Jakarta dengan Jawa Barat itu selalu berdebat soal sampah-sampah. Orang Jakarta banyak membuang sampah di daerah Jawa Barat (Bekasi). Sehingga orang Bekasi minta kompensasi, dan hal itu sampai sekarang tidak terselesaikan. Kalau boleh dilihat, anggaran salah satu bidang di OPD Jakarta itu sampai 3,8 triliun, tapi persoalan sampah saja belum juga selesai,” ungkap Helmi saat membuka FGD Perda Sampah di Xtra Hotel, Senin (26/9/2022).
Selajutnya, Helmi–Dedy mengajak masyarakat Kota Bengkulu tidak pantang semangat dalam mewujudkan kota tercinta kita ini menjadi kota terbersih di dunia.
“Semangat dan tekad itu harus kita tanamakan dalam diri walaupun dihadapkan dengan berbagai persoalan teknis. Kita (Pemkot) juga telah menyurati Pemprov untuk meminta bantuan, apakah itu truk sampah, kontainer dan lainnya. Karena tentunya tanpa kolaborasi dan sinergi persoalan sampah tak akan selesai,” tuturnya.
Yang dikhawatirkan Helmi saat ini ialah ada oknum-oknum yang sengaja membuang sampah sembarangan dan membuat Kota Bengkulu seolah-olah darurat sampah. Maka dari itu, Pemkot melalui beberapa OPD menggencarkan patroli di beberapa titik wilayah langganan masyarakat buang sampah sembarangan.
“Pemkot merencanakan untuk menangkap orang-orang yang sengaja membuang sampah sembarangan tersebut. Karena menurut kami memang ada gerakan yang sengaja dikerahkan dan di viralkan, seakan-akan Kota Bengkulu ini tak terawat betul,” tambahnya.
Seperti kejadian di Sawah Lebar Baru, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melapor ke Helmi bahwasannya ada tumpukan sampah yang menggunung di kawasan eks TPS Pemkot.

Setelah ditelusuri, ternyata tumpukan sampah itu berasal dari galian proyek yang sedang di garap eoleh Pemprov di eks TPS. Karena dulunya tempat tersebut merupakan tempat pembuangan sampah sementara tetapi dikarenakan ada pembangunan, kontainer pun akhirnya di tarik dan dipindahkan.
Tetapi, rencana pemindahan kontainer pun mendapat pro dan kontra dari masyarakat, karena minimnya dukungan dalam mengatasi masalah sampah dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Suasana begini yang kemudian perlu kita diskusikan. Karena di sini ada forum LPM, forum RT agar kemudian kita betul-betul punya persepsi yang sama. Karena pada dasarnya persoalan sampah ini tanggungjawab bersama,” tutupnya.












