Capaian Transformasi Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: tribunnews

Sumber foto: tribunnews

Beritarafflesia.com- Pendidikan dan sumber daya manusia merupakan modal utama kemajuan sebuah negara, tolok ukur berkembangnya suatu bangsa, serta jawaban atas berbagai persoalan dan tantangan. Pandemi Covid-19 memberikan tantangan di seluruh sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan.

Berbagai penyesuaian kebijakan serta program pendidikan dan kebudayaan dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19 telah diimplementasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai bentuk komitmen untuk mencapai sumber daya manusia yang unggul.

Baru-baru ini, dunia internasional dibuat kagum dan tertarik dengan salah satu kebijakan yang telah diimplementasikan oleh Kemendikbud yaitu kebijakan pemberian bantuan kuota data internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh secara dalam jaringan (daring). Salah satu survei bahkan menyebutkan bahwa 85 persen masyarakat menilai kuota gratis adalah kebijakan yang tepat di tengah pandemi.

“Kebijakan kuota gratis merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia. Penyaluran bantuan sosial berupa internet gratis diberikan ke puluhan juta orang dalam waktu kurang lebih sebulan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, seperti dikutip dalam rilis Kemendikbud di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Dalam cerita di Kemenkeu Mengajar 5 secara virtual, di Jakarta, Senin (26/10/2020) Mendikbud mengusulkan kepada Kemenkeu untuk membuat dompet digital siswa. Di mana dalam nomor bantuan kuota juga disertakan layanan dompet digital untuk mempermudah distribusi bantuan untuk siswa.

Di masa awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, salah satu kebijakan Kemendikbud adalah dengan meniadakan ujian nasional dan ujian sekolah serta menggantinya dengan Asesmen Nasional. Selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembatalan ujian nasional dilakukan karena tak lagi relevan untuk mengevaluasi kinerja sekolah. Menurut Mendikbud, sudah waktunya standar evaluasi pendidikan merujuk pada standar global.

Mendikbud mengatakan, Asesmen Nasional justru merupakan upaya untuk menyetarakan akses pendidikan kepada semua orang. Lantaran siswa tidak akan dinilai secara individual berdasarkan capaian pendidikannya. “Asesmen Nasional digunakan untuk evaluasi kinerja sekolah, memberi umpan balik untuk guru dan sekolah bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas, bukan untuk sistem seleksi anak masuk negeri dan swasta,” terangnya.

Baca Juga  Babinsa Jungkat dan Bhabinkamtibmas Dampingi Dinsos Serahkan Bantuan ke Pelaku UMKM

Di awal tahun 2020, Mendikbud bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengubah skema penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler agar diterima langsung oleh kepala sekolah. Ini dilakukan untuk memangkas birokrasi penyaluran anggaran yang kerap kali berujung telatnya penerima dana BOS hingga berbulan-bulan. Bahkan, selama pandemi, mekanisme pemakaian dana BOS juga direlaksasi. Sekolah dapat menggunakan anggaran secara bebas tanpa ada restriksi yang sebelumnya diatur pemerintah.

Khusus mengenai dana BOS untuk sekolah di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), Kemendikbud akan memperbesar alokasi anggarannya mulai tahun 2021 di mana per anak akan menerima dana BOS. Ini dilakukan sebagai upaya keberpihakan kepada sekolah di wilayah-wilayah terpencil. Sehingga siswa di daerah 3T dan sekolah kecil di pulau-pulau daerah terluar akan mendapatkan dana BOS yang diupayakan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Setiap tanggal 30 Oktober diperingati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia (HORI). Peringatan HORI ke-74 tahun ini,” kata Menkeu, pada kesempatan yang sama. “Indonesia berada pada situasi yang serba sulit. Saat ini kita harus saling peduli dan bekerja sama semua. Perubahan yang terjadi akibat pandemi menuntut kita beradaptasi mengambil langkah yang antisipatif serta responsif dalam menyikapi kondisi extraordinary ini,” imbuh Menkeu.

“Mari berkontribusi memeratakan akses pendidikan, memajukan mutu pendidikan, dan saling berkolaborasi untuk dunia pendidikan demi masa depan yang cerah bagi anak-anak Indonesia,” tutup Sri Mulyani.

Sumber: Infopublik

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Kepahiang Beri Arahan Bintara Penggerak Ketahanan Pangan, Dorong Masyarakat Tanam Jagung
Antisipasi Tindak Pidana di Malam Hari, Polresta Bengkulu Imbau Anak Nongkrong hingga Larut Malam
Kinerja Polri Dinilai Semakin Memuaskan, Reformasi Internal Tunjukkan Hasil Nyata
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan dan Kedekatan Humanis dengan Masyarakat Kenyam
Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal
Satgas Damai Cartenz perkuat kepedulian untuk anak Papua lewat bakti sosial di panti asuhan
Jejak Digital Tak Bisa Dihapus: Polda Bengkulu Bekali Pelajar SMA 5 Kota Bengkulu Jurus Bijak Bermedsos
11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:29 WIB

Antisipasi Tindak Pidana di Malam Hari, Polresta Bengkulu Imbau Anak Nongkrong hingga Larut Malam

Sabtu, 18 April 2026 - 17:46 WIB

Kinerja Polri Dinilai Semakin Memuaskan, Reformasi Internal Tunjukkan Hasil Nyata

Jumat, 17 April 2026 - 15:58 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan dan Kedekatan Humanis dengan Masyarakat Kenyam

Jumat, 17 April 2026 - 14:38 WIB

Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Satgas Damai Cartenz perkuat kepedulian untuk anak Papua lewat bakti sosial di panti asuhan

Berita Terbaru