Rejang Lebong, Beritarafflesia.com.- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Rejang Lebong menargetkan pengentasan banjir di kawasan Talang Rimbo dapat dituntaskan pada tahun 2026.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan wilayah perkotaan guna mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Rejang Lebong, Fani Soeliantara, mengatakan penanganan banjir di kawasan Talang Rimbo telah dirancang secara bertahap dan terukur, dengan fokus utama pada penyelesaian titik-titik krusial yang selama ini menjadi penyebab genangan air.
“Rencananya pada tahun 2026, untuk mendukung visi dan misi bupati, kami fokus pada pengentasan banjir di kawasan perkotaan, khususnya Talang Rimbo,” ujar Fani, Kamis (15/1/2026).
Menurut Fani, penanganan banjir di Talang Rimbo akan memasuki tahap lanjutan pada 2026. Pada tahap ini, Dinas PUPRPKP memprioritaskan perbaikan infrastruktur drainase di sejumlah lokasi yang dinilai paling rawan genangan.
Di Kelurahan Talang Rimbo Baru, khususnya di Gang Cokro, perbaikan akan difokuskan pada drainase jalur akses menuju bagian atas gang serta drainase di depan masjid setempat yang kondisinya mengalami kerusakan dan ambles.
“Jalur ke atas Gang Cokro dan drainase di depan masjid menjadi prioritas karena kondisinya sudah rusak dan menghambat aliran air. Ini akan kami benahi setelah dilakukan pengecekan detail di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, perbaikan drainase juga direncanakan di kawasan Jalan Mira, Talang Rimbo Lama. Di lokasi tersebut, penanganan akan difokuskan pada titik-titik drainase yang mengalami kerusakan agar aliran air kembali berjalan normal.
“Permasalahan di Jalan Mira juga ada pada drainase. Kami akan mengidentifikasi titik kerusakannya dan segera melakukan perbaikan,” tambah Fani.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian pekerjaan tersebut bertujuan untuk mengentaskan banjir yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Talang Rimbo.
“Intinya satu, banjir di Talang Rimbo harus kita entaskan,” tegasnya.
Selain program pengentasan banjir, Dinas PUPRPKP Rejang Lebong juga merencanakan penataan ulang kawasan Lapangan Setia Negara, termasuk penambahan sarana olahraga. Namun demikian, pelaksanaan program tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anggaran daerah.
“Kami menyadari keterbatasan APBD. Karena itu, pembiayaan akan ditekan seefisien mungkin, namun hasilnya tetap optimal dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Fani. (Br)












