APH Diminta Usut Dugaan Proyek Siluman Rehab Rumdin Ketua DPRD Provinsi Rp 3,5 Miliar Tanpa Kontrak

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 01:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/  LSM Front Pembela Rakyat (FPR), Rustam Efendi, SH,

Bengkulu,Beritarafflesia.com – Dugaan praktik penyelewengan Anggaran proyek rehabilitasi dan belanja peralatan rumah dinas pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2024 lalu terus menuai sorotan publik.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Pembela Rakyat (FPR), Rustam Efendi, SH, secara tegas mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu agar segera melakukan penyelidikan terhadap proyek yang diduga kuat tidak melalui proses lelang, dan tanpa kontrak kerja sesuai dengan ketentuan undang- undang yang berlaku.

Dikatakan Rustam, kegiatan proyek rehabilitasi dan belanja peralatan rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Bengkulu yang menelan anggaran kurang lebih Rp3,5 miliar tahun 2024 lalu sangat jelas telah di rekayasa,bahkan tidak ditemukan dalam Layanan sistem katalog dam Secara Elektronik (LPSE) maupun Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Pemerintah Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2024 lalu

“Pelaksanaan proyek rehab Rumah dinas ketua DPRD Provinsi Bengkulu tanpa kontrak kerja dan tidak melalui proses tender sangat janggal, karena tidak mungkin pihak perusahaan kontraktor berani melaksanakan pekerjaan jika tidak ada jaminan anggaran” Ungkap Rustam ,Sabtu, (2510/2025)

Rustam menyebut, indikasi praktik kongkalikong antara ketua DPRD Provinsi bersama mantan sekretaris Dewan (Sekwan) tersebut dilakukan secara berstruktur. Terbukti saat kontraktor pelaksana ingin mengajukan administrasi saat pencairan dana tidak di setujui sekwan DPRD provinsi Bengkulu.

“ Kami sangat yakin bahwa di duga kuat ada indikasi kerjasama terselubung antara Ketua Dewan Sumardi dengan mantan pejabat di sekretariat dewan DPRD Provinsi tersebut.,sebab berdasarkan data yang kami terima, rincian dana pencairan yang di ajukan kontraktor ke sekwan mencapai kurang lebih Rp,3,5 miliar tapi tidak bisa cair., lantaran sekwan yang baru menjabat tidak mau tanda tangan karena mengetahui akan beresiko”Jelasnya7

Terpisah, menanggapi kasus ini, Sekretaris jendral (Sekjen) Badan Penelitian Independen (BPI) Provinsi Bengkulu Heri Ifzan, SE, menilai polemik kegiatan proyek Rehab rumah dinas ketua DPRD Provinsi tahun 2024 ini perlu di usut. Karena penyimpangan anggaran tersebut ke tidak mungkin bisa berjalan jika tidak ada keterlibatan langsung dari pejabat berwenang di DPRD Provinsi.

Baca Juga  Dinas PUPR Bengkulu Mengelar Talkshow Pemuda dan Penanam Pohon

“Tidak mungkin kontraktor berani mengerjakan proyek sebesar ini tanpa jaminan anggaran dan petintah kerja. Kami menduga ada rekayasa dalam pengelolaan anggaran yang melibatkan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi. Oleh karena itu, kami berharap kepada Kejati Bengkulu bersama Polda agar segera mengusut kasus ini, jangan sampai praktik manipulasi anggaran dan rekayasa proses administrasi bekerja tanpa kontrak ini dibiarkan dan terulang lagi,,” tegas Heri Ifzan.

Ia juga berharap, penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan profesional. Jangan sampai anggaran publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat justru dijadikan ajang untuk mencari keuntungan pribadi

” Masyarakat sipil di Bengkulu ini menaruh perhatian serius terhadap dugaan praktik korupsi dan pelanggaran prosedur dalam penggunaan dana publik. Bahkan kita  sangat berharap tindakkan tegas dari aparat hukum supaya dugaan praktik penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan proyek rehabilitasi rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Bengkulu menjadi terang benderang ” tutupnya

Berikut rincian dana yang di keluarkan pihak kontraktor pelaksana saat mengerjakan proyek rehabilitasi rumah dinas pimpinan DPPRD Provinsi Bengkulu tahun 2024 lalu, yakni sebesar Rp1.350.000.000 untuk rebab Rumdin ketua, Pembelian videotron Rp1.000.000.000Pemasangan CCTV Rp30.000.000, Pembelian sofa Rp110.500.000, belanja Meja makan Rp,29.000.000,belanja meja dan kursi Rp,27.355.000, Pembelian dispenser Rp,4.199.000, Beli televisi Rp, 55.966.000, Kulkas Rp,26.350.000, Alat pendingin ruangan Rp,55.790.000, AC sentral Rp,51.800.000, Kompor tanam Rp,4.950.000, Perencanaan rehabilitasi rumah dinas Rp, 67.500.000, Rehabilitasi gedung aula Rp,200.000.000, Serta belanja natura dan pakan natura Rp,560.000.000. Demikian,”(BR1)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais
Jelang Operasional, Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Terima Audiensi Kepala Kanwil DJPb, Helmi Hasan Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan
Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Pemprov Bengkulu Matangkan Kesiapan RPH
Semarak Merah Putih 2026 Siap Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Angkat Potensi Daerah Bengkulu
Undangan Pengajian dan Peluncuran Gerakan Nasional Wajib Halal Oktober 2026
Dukung Guru Melek Teknologi AI, Wagub Mian Dorong Bengkulu Harus Sejajar dengan Provinsi Lain
Pemprov dan TNI Matangkan Karya Bakti Skala Besar untuk Kesejahteraan Masyarakat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Jelang Operasional, Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi Gerai Koperasi Desa Merah Putih

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Terima Audiensi Kepala Kanwil DJPb, Helmi Hasan Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Pemprov Bengkulu Matangkan Kesiapan RPH

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Semarak Merah Putih 2026 Siap Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Angkat Potensi Daerah Bengkulu

Berita Terbaru

Bengkulu

TAPD Bengkulu Matangkan KUA-PPAS, Siapkan Dua Skenario

Kamis, 8 Okt 2026 - 17:34 WIB