Sosialisasi, DP3AP2KB Provinsi Bengkulu Suport Perempuan Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Bisnis Online
Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu mensuport Perempuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui bisnis online.
Untuk itulah DP3AP2KB Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan di Hotel Nala Sea Side, pada Selasa, 28 Mei 2024.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya bagaimana perempuan dapat meningkatkan ekonomi keluarga melalui bisnis online.
Kegiatan ini pun mendapat respon positif dari para perempuan Bengkulu terbukti dengan jumlah yang hadir sebanyak 130 orang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu, Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menggugah para perempuan agar sukses berbisnis online dan bisa lebih di kreatifkan lagi.
“Tujuannya untuk meningkatkan sumber ekonomi di dalam keluarga, karena kalau keluarga itu kuat negara juga akan kuat dan potensi di daerah kita sendiri juga sudah cukup kuat,” ujar Eri Yulian.
Ia juga menambahkan bahwa ekonomi kreatif ini memang harus digali, hal ini supaya perempuan memiliki ekonomi yang kreatif dan inovatif melalui pemasaran secara online.
“Lalu kita juga telah mendatangkan 2 narasumber untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada ibu-ibu atau perempuan yang hadir pada kegiatan ini,” katanya.
Eri juga berharap dengan kegiatan ini dapat membuat perempuan atau ibu-ibu dapat bertumbuh kembang dan memiliki ekonomi kreatif melalui pemahaman bisnis online ini.
Lalu, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bengkulu, Anita Rosjonsyah, S.Sos. M,Si mengapresiasi adanya kegiatan ini untuk perempuan di Provinsi Bengkulu.
“Dengan adanya kegiatan ini sudah sangat bagus untuk ibu-ibu atau perempuan yang hadir, mungkin akan mendapatkan inspirasi dari materi-materi yang telah diberikan oleh narasumber,” ujar Anita.
Ia menjelaskan bahwa ada berbagai macam jenis usaha atau bisnis online yang dapat dijalankan oleh ibu-ibu sekalian seperti contohnya kerajinan tangan, makanan atau lainnya.
“Tapi itu semua tergantung dari apa yang menjadi kemampuan masing-masing, apa bidang keahliannya, mungkin memasak jadi bisa berjualan tentang makanan melalui media online atau bahkan kerajinan tangan juga bisa,” tambahnya.
Kemudian, salah satu narasumber yang bernama Lidya sebagai pemilik usaha Rumah Produksi Matahari Handycraft, ia memberikan materi tentang pemberdayaan perempuan melalui bisnis jualan online.
Ia mengatakan ada beberapa jenis-jenis bisnis yang dapat menjadi rekomendasi bisnis untuk perempuan di Provinsi Bengkulu.
“Untuk pilihan bisnis buat perempuan itu ada banyak, seperti produksi, perlengkapan fashion atau baju dan jilbab secara online, tutor online juga bisa, reseller, dropshipper dan ada banyak lagi pilihannya,” jelasnya.
Namun, ada beberapa kendala untuk menjalankan bisnis online ini, seperti perempuan yang sudah lanjut usia yang mungkin kurang paham dengan teknologi.
“Jadi untuk perempuan yang sudah lanjut usia ini mungkin pilihannya adalah menjadi supplier, jadi supplier itu yang produksi. Jadi nanti untuk bagian pemasarannya bisa mempekerjakan pihak lain, seperti anak atau keluarga lain atau yang lebih enak bisa membagikan produk jualannya melalui grup-grup WhatsApp atau Facebook,” katanya
Jadi untuk ibu-ibu yang telah lanjut usia tetap bisa mengikuti bisnis online tersebut dengan yang menjadi pembuatnya atau produsen.
“Walaupun telah lanjut usia, ibu-ibu tetap tetap dapat belajar ya, bagaimana cara memasarkan bisnis onlinenya, bisa melalui grup-grup jual beli Facebook atau grup WhatsApp, karena ini lebih mudah dan jangkauan juga lebih banyak untuk dijalankan oleh ibu-ibu,” ujarnya.
Lidya juga mengapresiasi kegiatan ini dan senang dapat membagikan pengalamannya yang mungkin dapat memotivasi ibu-ibu atau perempuan lainnya.
“Saya senang bisa sharing, apalagi pesertanya ini kebanyakan ibu-ibu atau perempuan, karena perempuan itu kalau bisa harus ikut turun serta dalam perekonomian keluarga. Semoga dinas pemberdayaan perempuan kedepannya lebih sering lagi mengadakan kegiatan seperti ini.” tutupnya. (BR1)












