Sosialisasi ke Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan, Usin : Pelajar Harus Mampu Produksi Kemampuan Teknologi
BENGKULU, Berita Rafflesia.com – Di-era globalisasi dan digitalisasi yang berkembang saat ini para siswa siswi, terutama di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut agar menguasai kemajuan teknologi.
Seperti dalam pameran hasil karya suswa-siwi yang sudah berlangsung dua hari ini, cukup banyak keahlian dan kemampuan yang dipamerkan dalam kegiatan pameran tersebut. Salah satunya, hasil karya siswa- siswi SMKN 01 Kota Bengkulu yang banyak mendapat pujian.
Seperti dipaparkan anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, antusias siswa- siswi SMKN 01 Kota patut dipuji dalam gelaran pameran tersebut. Ternyata sekolah ini punya satu jurusan yang mampu produksi pengetahuan, keilmuan, sosialisasi.
Bahkan apa saja yang bisa menjadi sumber pemahaman terhadap siswa-siswa. “Sebenarnya sekolah Nenengah Jejuruan itu yang harus digalakkan pemerintah. Karena di sekolah kejuruan ini mereka bukan hanya mendapat pelajaran, hapalan tetapi juga terapan praktek,” papar Usin, rabu (17/5/2023)

Lebih lanjut dikatakannya, terapan ini tentu mempersiapkan siswa- siswi yang tamat dari sekolah kejuruan, sudah bukan lagi menjadi perkerja. Tapi sudah menjadi kreator. “Ini yang dibutuhkan zaman sekarang,” ujar politisi Partai Hanura itu.
Menurut Usin, dengan menilik dari kemampuan para suswa-siswi saat pameran itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah segera intruksikan jepada Kadisdikbud Provinsi, harus punya ide-ide cemerlang. Tujuannya adalah guna menciptakan generasi muda siap tempur di era globalisasi saat ini.

Maksud Usin, bertempur di dalam revolusi.faivpojero yang lebih pola kehidupan dan cara bekerja. Inilah yang harus digerakkan pemerintah. Karena pemerintah provinsi punya kewenangan dalam menata sekolah menengah kejuruan. Artinya, dari pemerintah harus siap.
“Bukan hanya dalam menyiapkan kurikulum. Tapi juga menyiapkan program-program yang mencetak mereka sudah siap tempur, ketika mereka tak melanjutkan pendidikan perguruan tinggi,” tegas Usin.
Sementara itu, Kepala SMKN 01 Kota Bengkulu mengatakan, di sekolah yang dipimpinnya, ada jurusan baru, yakni Program Keahlian Alimasi. Selama ini sudah punya 7 tujuh keahlian.
Dari Prismen ada 3, kemudian dari Pariwisata ada 1 keahlian, dari TI ada 2, ekonomi dan kreatif ada 1. Ini adalah program DKP desain komunikasi siswa. “Ini adalah hasil karya anak-anak yang sudah dua hari pameran. Kebetulan kolaborasi Mapel Produktif DKP dengan Projecktima BK dengan tema “Teen go Green”, katanya.
Karya itu, lanjut Kepsek karena mereka memanfaatkan limbah, sekaligus membuat flim pendek yang dibuat secara berkelompok. Ini hasil kaya siswa sendiri sekaligus pameran dan ditayangkan. Kemudian diambil penilaian.
“Jadi anak-anak sekarang memang real belajar, bukan hanya sekedar buka buku dan tanya jawab. Tetapi sudah terjun dan diiplementasikan ilmu yang mereka dapati. Kalau support dari pemerintah provinsi sangat bagus. Contoh bagi siswa- siswi yang berprestasi di tingkat nasional, mendapat perhatian dan diberikan berupa reward,” ujar kepsek (Sep)












