Seluma, Beritaraffllesia.com. – Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait kualitas air yang digunakan dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Seluma memberikan klarifikasi dengan menunjukkan hasil uji laboratorium air bersih, Jumat (29/05/2026).
SPPG yang berlokasi di Desa Sakaian, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma dengan ID SPPG WT4CW7VT tersebut dikelola Yayasan Asa Damar Gizi Bangsa yang diketuai Aldy Herial Pratama.
Berdasarkan dokumen Laporan Hasil Uji dari UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu Nomor 445/044.c/LLKB/III/2026, sampel air yang diuji dinyatakan memenuhi standar parameter yang diperiksa.
Pengujian dilakukan terhadap sampel air sumur yang digunakan untuk operasional dapur MBG di Desa Sakaian, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma.
Dalam laporan tersebut, sejumlah parameter fisika, kimia, hingga mikrobiologi diperiksa, mulai dari suhu, tingkat kekeruhan, warna, pH, kandungan besi, mangan, nitrat, nitrit hingga total coliform.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter masih berada di bawah ambang batas maksimum yang dipersyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada bagian keterangan laporan juga disebutkan tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada sampel air yang diuji.
Ketua Yayasan Asa Damar Gizi Bangsa, Aldy Herial Pratama menjelaskan hasil uji laboratorium telah keluar dan hasilnya tidak seperti informasi yang beredar viral di media sosial.
“Hasil laboratorium sudah keluar dan hasilnya tidak seperti yang viral di media sosial. Semua parameter yang diperiksa masih sesuai standar yang dipersyaratkan,” ujar Aldy.
Pihak SPPG Kabupaten Seluma menyampaikan bahwa hasil laboratorium tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait isu yang berkembang di media sosial.
Selain itu, pihak pengelola memastikan operasional dapur MBG tetap memperhatikan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku. (Rizon)












