Surabaya, Beritaraffllesia.com. – Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran.
Instruksi tersebut disampaikan Kapolri usai meninjau langsung aktivitas arus penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng pada Minggu (15/3) pagi.
Dalam peninjauan itu, Kapolri menyebut terjadi peningkatan jumlah penumpang di posko terpadu stasiun sekitar 11 persen dibandingkan kondisi normal. Peningkatan tersebut mulai terlihat seiring kebijakan diskon tiket kereta api yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.
Menurut Kapolri, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi salah satu titik sentral bagi para pemudik yang melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah.
“Ada yang datang dari luar kota, seperti dari NTT, Kalimantan, kemudian memanfaatkan Stasiun Gubeng untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah lokal maupun perjalanan jauh ke Jawa Tengah, Jawa Barat hingga DKI Jakarta,” ujarnya.
Kapolri juga mengingatkan seluruh petugas agar tidak lengah dan tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan pemudik yang bisa saja melebihi prediksi dari Kementerian Perhubungan.

Ia menegaskan seluruh pihak harus menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi peningkatan signifikan jumlah pemudik, baik di stasiun, terminal, maupun pelabuhan.
“Tentunya kita harus mempersiapkan diri, tidak boleh underestimate terhadap prediksi survei yang ada. Jika terjadi lonjakan, semuanya sudah siap,” tegasnya.
Kapolri juga menanyakan kesiapan kereta tambahan kepada operator kereta api agar mampu mengakomodasi lonjakan penumpang selama masa mudik.
Selain itu, Sigit memerintahkan seluruh jajaran kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan kepada pemudik berjalan optimal, mulai dari sistem tiket, keamanan hingga layanan kesehatan menjelang puncak arus mudik.
“Terus berikan pelayanan terbaik khususnya mendekati puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada H-2 Lebaran,” tuturnya.
Tidak hanya di titik transportasi, Kapolri juga meminta patroli keamanan ditingkatkan di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik.
Langkah tersebut dilakukan guna meminimalisir potensi tindak kejahatan selama libur Lebaran 2026.
“Pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik dan semaksimal mungkin bagi masyarakat yang mudik pada tahun 2026,” kata Kapolri.
Ia pun berharap seluruh stakeholder dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran. (Kys)












