Dinkes Lakukan Berbagai Upaya Percepatan Penurunan Stunting Kota Bengku

- Penulis

Rabu, 24 Januari 2024 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024.

Strategi penurunan angka stunting juga sudah ditetapkan dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting sesuai PP No 72 Tahun 2021. Peraturan Pemerintah tersebut mendorong sejumlah langkah, seperti peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan terkait program penurunan angka stunting di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.

Di Kota Bengkulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu juga melakukan berbagai intervensi percepatan penurunan stunting. Seperti halnya yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu.

Dinkes melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bengkulu, yang mana target prevalensi menjadi satu digit bahkan zero stunting.

“Upaya kita sama seperti sebelumnya, kita memberikan pil FE kepada remaja putri, calon pengantin. Kemudian untuk ibu pasca hamil kita lakukan pemeriksaan rutin. Sebelum itu, kita juga memantau perkembangannya saat hamil. Setelah melahirkan kita juga memantau perkembangannya hingga anak tersebut berusia 2 tahun,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Joni Haryadi Thabrani, Rabu (24/1).

Baca Juga  Pemkot Bengkulu Akan Beri Sanksi Bagi Perusahaan Pencemar Udara

Untuk penanganan stunting, lanjut Joni, pihaknya juga akan memeriksa anak-anak diduga terindikasi stunting. Pasalnya, ada ditemukan balita pendek, namun tidak terindikasi stunting.

“Rencananya akan kita periksakan ke dokter spesialis anak untuk memastikan anak tersebut sehat atau tidak. Apakah masih dikatakan stunting atau tidak, nah nanti hasil dari dokter spesialis tersebutlah akan kita masukkan dalam kesimpulannya,” jelas Joni.

“Karena balita pendek itu belum tentu stunting, tapi stunting itu pasti pendek. Nah jadi itu nanti dokter spesialis yang menilai dan menyimpulkannya. Kalau dia sekedar pendek aja ya udah, asal dia fisiknya sehat, aktivitasnya normal tentu itu bukan dikatakan stunting,” sambungnya.

Sebagai informasi, prevalensi stunting di Kota Bengkulu turun tajam, dari  22,2 persen di tahun 2021 menjadi 12,9 persen di  2022, turun 9,3 persen. (Br1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru

Bengkulu

TAPD Bengkulu Matangkan KUA-PPAS, Siapkan Dua Skenario

Kamis, 8 Okt 2026 - 17:34 WIB