Caption Poto: Pedagang Kaki Lima yang Jualan Pakaian Baju Daster di Kawasan Pantai Panjang Bengkulu
Bengkulu, Beritarafflesia.com- Saat ini kondisi Kota Bengkulu semangkin Memburuk, hal ini akibat kelalaian Pemerintah lantaran tidak jelas dalam mengelolah dan menata para pedagang yang berjualan hingga ke jalan raya.

Padahal di kota Bengkulu sudah memiliki lokasi pasar yang lahannya cukup luas dan strategis, seperti Pasar Barokoto yang posisinya berada dipusat kota , yakni di Malabero, Kecematan. Teluk Segara Kota Bengkulu, tapi saat ini kondisi pasar tersebut terkesan terbengkalai, bahkan kondisi Fisik bangunan sudah banyak yang rusak parah
Kendati demikian, Bengkulu sebenarnya sudah memiliki 4 Lokasi Pasar Tradisional dan Moderen., pertama Pasar Minggu, Pasar Barakoto, Pasar Panorama dan Pasar Pagar Dewa, namun pengelolaannya tidak jelas alias tersemeraut, sehingga menimbulkan dampak negatif dinilai oleh pengunjung dari luar daerah. Hal ini akibat pemerintah kota Bengkulu terkesan Bungkam dan tidak tegas untuk menertibkan para pedagang Pasar Panorama yang berjualan hingga ke jalan aspal.

Sekretaris Organisasi Masyarakat (Ormas) Pusat Informasi dan Jaringan Rakyat ( Pijar) Institut, Andre menilai pemerintah tidak maksimal dalam Pengelolaan Pasar di wilayah Kota Bengkulu, karena akibat kota Bengkulu tidak memiliki pasar Induk, Kawasan Pantai Panjang akhirnya beruba nama, jadi Pasar Pakaian Daster.
” Dampak Kota Bengkulu tidak menyediakan Lokasi Pasar Induk untuk para pedagang berjualan, makin lama di Pantai Panjang itu tidak lagi sebagai Areal kawasan Wisata, Tapi beruba nama menjadi Pasar Pakaian Daster” Kata Andre kepada Media ini, kamis sore (7/3/2024)
Tak hanya itu, ada beberapa Pasar menurutnya masih kacau balau, lantaran tidak di kelolah dengan baik, bahkan pasar Barakoto yang berada dikawasan Malabero saat ini setatusnya terbengkalai.
” Jadi efek kota Bengkulu tidak memiliki pasar induk tersebut, dampaknya sangat luas, karena yang gagal itu bukan hanya pemerintah, namun masyarakat Kota Bengkulu ikut terkena dampak, lantaran ekonomi semangkin menurun.’ Ujarnya
Lebih lanjut Andre menyebut” Indikator stabilitas perekonomian, pasar merupakan syarat utama untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi di segala sektor dan perubahan kualitas pertumbuhan kearah yang lebih baik. Jadi alangkah baiknya pasar barokota yang saat ini terbengkalai di jadikan sebagai kawasan wisata konveksi.” Ungkap Andre

Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima ( APKLI) Bengkulu, Muhar Rozi menegaskan, Ia sangat menyayangkan dan perhatin terhadap pedagang kaki lima khususnya yang berjualan Pakaian Daster di Pantai Panjang. Maka ia mendesak kepada Pemerintah Kota Bengkulu agar memfasilitasi penyediaan tempat untuk para pedangan pakaian Baju Daster berjualan di tempat yang layak.
” Saya selaku ketua APKLI Bengkulu meminta kepada Pemerintah kota Bengkulu agar segera menyediakan tempat untuk para pedagang baju daster di pantai panjang tersebut, karena mengingat pantai panjang ini dari dulu merupakan kawasan wisata, bukan sebagai pusat penjualan baju batam dan pakaian baju daster” tegas Muhar Rozi
Disisi lain, ia berharap kepada pemerintah kota Bengkulu agar perhatikan para pedagang pasar panorama, ditertibkan supaya tidak menimbulkan isu negatif bahwa ada oknum pejabat yang bermain, menerima setoran hasil pungli, karena terkesan pembiaran bagi pedagang yang berjualan di atas badan jalan.
‘Pasar Panorama ini kan sudah di bangun, jadi tertibkan dengan baik, atau himbauan kepada pedagang Jangan digusur tapi siapkan tempatnya yang memang betul-betul tidak mengganggu ataupun merusak keindahan kota Bengkulu. Lalu pertanyaannya saya apa peran dan Tugas Satpol PP kota? ” Demikian tanya Rozi.” (BR1)












