Akibat Kota Bengkulu Tidak Miliki Pasar Induk, Pantai Panjang Ganti Nama, Jadi Pasar Pakaian Daster

- Penulis

Kamis, 7 Maret 2024 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption Poto: Pedagang  Kaki Lima yang Jualan Pakaian Baju Daster di Kawasan Pantai Panjang Bengkulu

Bengkulu, Beritarafflesia.com- Saat ini kondisi Kota Bengkulu semangkin Memburuk, hal ini akibat kelalaian Pemerintah lantaran tidak jelas dalam mengelolah dan menata para pedagang yang berjualan hingga ke jalan raya.

Dok Gambar Miksel/ Kondisi Pasar Panorama, pedagang Jualan hingga atas jalan aspal

Padahal di kota Bengkulu sudah memiliki lokasi pasar yang lahannya cukup luas dan strategis, seperti Pasar Barokoto yang posisinya berada dipusat kota , yakni di Malabero, Kecematan. Teluk Segara Kota Bengkulu, tapi saat ini kondisi pasar tersebut terkesan terbengkalai,  bahkan kondisi Fisik bangunan sudah banyak yang rusak parah

Kendati demikian, Bengkulu sebenarnya sudah memiliki 4 Lokasi Pasar Tradisional dan Moderen., pertama Pasar Minggu, Pasar Barakoto, Pasar Panorama dan Pasar Pagar Dewa, namun pengelolaannya tidak jelas alias tersemeraut, sehingga menimbulkan dampak negatif dinilai oleh pengunjung dari luar daerah. Hal ini akibat pemerintah kota Bengkulu terkesan Bungkam dan tidak tegas untuk menertibkan para pedagang Pasar Panorama yang berjualan hingga ke jalan aspal.

Dok Gambar Miksel/ Kondisi Pasar Panorama, pedagang Jualan hingga ke atas jalan aspal

Sekretaris Organisasi Masyarakat (Ormas) Pusat Informasi dan Jaringan Rakyat ( Pijar) Institut, Andre menilai pemerintah tidak maksimal dalam Pengelolaan Pasar di wilayah Kota Bengkulu, karena akibat kota Bengkulu tidak memiliki pasar Induk, Kawasan Pantai Panjang akhirnya beruba nama, jadi Pasar Pakaian Daster.

” Dampak Kota Bengkulu tidak menyediakan Lokasi Pasar Induk untuk para pedagang berjualan, makin lama di Pantai Panjang itu tidak lagi sebagai Areal kawasan Wisata, Tapi beruba nama menjadi Pasar Pakaian Daster” Kata Andre kepada Media ini, kamis sore (7/3/2024)

Tak hanya itu, ada beberapa Pasar menurutnya masih kacau balau, lantaran tidak di kelolah dengan baik, bahkan pasar Barakoto yang berada dikawasan Malabero saat ini setatusnya terbengkalai.

” Jadi efek kota Bengkulu tidak memiliki pasar induk tersebut, dampaknya sangat luas, karena yang gagal itu bukan hanya pemerintah, namun masyarakat Kota Bengkulu ikut terkena dampak, lantaran ekonomi semangkin menurun.’ Ujarnya

Baca Juga  Makin Canggih, BPBD Akan Miliki Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami

Lebih lanjut Andre menyebut” Indikator stabilitas perekonomian,  pasar merupakan syarat utama untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi di segala sektor dan perubahan kualitas pertumbuhan kearah yang lebih baik. Jadi alangkah baiknya pasar barokota yang saat ini terbengkalai di jadikan sebagai kawasan wisata konveksi.” Ungkap Andre

Dok Gambar Miksel/ Kondisi Pasar Panorama, pedagang Jualan hingga ke jalan Raya

Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima ( APKLI) Bengkulu, Muhar Rozi menegaskan, Ia sangat menyayangkan dan perhatin terhadap pedagang kaki lima khususnya yang berjualan Pakaian Daster di Pantai Panjang. Maka ia mendesak kepada Pemerintah Kota Bengkulu agar memfasilitasi penyediaan tempat untuk para pedangan pakaian Baju Daster berjualan di tempat yang layak.

” Saya selaku ketua APKLI Bengkulu meminta kepada Pemerintah kota Bengkulu agar segera menyediakan tempat untuk para pedagang baju daster di pantai panjang tersebut, karena mengingat pantai panjang ini dari dulu merupakan kawasan wisata, bukan sebagai pusat penjualan baju batam dan pakaian baju daster” tegas Muhar Rozi

Disisi lain, ia berharap kepada  pemerintah kota Bengkulu agar perhatikan para pedagang pasar panorama, ditertibkan supaya tidak menimbulkan isu negatif bahwa ada oknum pejabat yang bermain, menerima setoran hasil pungli, karena terkesan pembiaran bagi pedagang yang berjualan di atas badan jalan.

‘Pasar Panorama ini kan sudah di bangun, jadi tertibkan dengan baik, atau himbauan kepada pedagang   Jangan digusur tapi siapkan tempatnya yang memang betul-betul  tidak mengganggu ataupun merusak keindahan kota Bengkulu. Lalu pertanyaannya saya apa peran dan Tugas Satpol PP kota? ” Demikian tanya Rozi.” (BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru

Rejang Lebong

BPJN Bengkulu Mulai Pembangunan Jalan Air Duku – Tower

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:51 WIB