Dibanding Fogging, Masyarakat Diminta Lakukan Langkah 3M dan Jaga Kebersihan Lingkungan

- Penulis

Kamis, 28 Maret 2024 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu menyatakan, fogging atau pengasapan bukanlah solusi utama dalam penanggulangan kasus demam berdarah (DBD).

Masyarakat lebih diminta menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan dengan langkah seperti menguras, mengubur, menutup (3M).

“Kami menyarankan kepada masyarakat untuk mencegah demam berdarah yang mungkin kejadian kasusnya meningkat atau memang sudah ada di lingkungan atau pun belum ada. Mari kita lakukan 3M, dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, kemudian membuang air-air yang tergenang, dan lakukanlah pembersihan-pembersihan terhadap halaman dan lingkungan rumah di sekitar warga, sehingga kasus jentik yang ada itu juga akan berkurang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sri Martiana, Kamis (28/3/2024).

Sri menegaskan, fogging tak lagi sebagai solusi yang efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa.

Selain itu, pelaksanaan fogging dirasa kurang tepat karena mengandung bahan berbahaya yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Hunian Kamar Hotel Berbintang di Bengkulu 24,61 Persen, Turun 20,93

“Kita mengusahakan kalau bisa konseling dulu ke masyarakat dan memberitahu bahwa fogging itu sebenarnya kurang bagus. Mengapa, karena bahaya dari insektisida (bahan fogging) itu bisa ke saluran nafas, makanya diharapkan kepada masyarakat untuk tidak usah melakukan fogging,” papar Sri.

Oleh karena itu, Sri menyarankan masyarakat untuk lebih menggalakkan kegiatan gotong royong setiap minggunya agar lingkungan masyarakat menjadi bersih.

“Untuk skala besar, solusi terbaik adalah gotong royong di lingkungan masyarakat seperti yang diterapkan pemerintah,” jelas Sri.

Untuk diketahui, sejak Januari 2024 hingga saat ini kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bengkulu telah mencapai 139 kasus. Terhitung pada bulan Januari yaitu 11 kasus, Februari 34 kasus dan Maret tercatat sebanyak 94 kasus.(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru