Pemkab Bengkulu Selatan Gelar Bimtek Manajemen Risiko dan Pembinaan SPIP 2024

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bengkulu Selatan Gelar Bimtek Manajemen Risiko dan Pembinaan SPIP 2024

Bengkulu Selatan,Beritarafflesia.Com-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan telah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko dan Pembinaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2024 di Aula BKD Jumat, 14 Juni 2024

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Bengkulu Selatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Sukarni, S.P., M.Si.  Dalam arahannya, Sukarni menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko dan SPIP yang terintegrasi. Ini berguna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan seluruh OPD dapat memahami dan mengimplementasikan manajemen risiko serta SPIP secara efektif dan efisien. Sehingga tata kelola pemerintahan kita semakin baik,” ujar Sukarni. 

SPIP adalah suatu sistem yang dirancang untuk memastikan bahwa kegiatan yang ada didalam suatu Pemerintahan dilakukan secara efektif dan efisien. Bukan hanya itu, dengan SPIP juga bisa melakukan kegiatan pemerintahan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Baca Juga  Tindak Lanjuti LHP BPK RI, Bupati Gusnan Pimpin Rakor Bersama Seluruh OPD

Untuk itu, dalam  mengimplementasikan SPIP harus melibatkan beberapa risiko yang memang perlu dikelola dengan baik. Yaitu,  dengan cara  menerapkan strategi manajemen risiko yang lebih efektif dengan cara melaksanakan penilaian risiko secara menyeluruh, menyusun perencanaan manajemen risiko yang jelas dan terinci, pengendalian internal, pendidikan dan pelatihan, pengawasan dan evaluasi untuk mengetahui titik kekurangannya.

“Secara garis besar sosialisasi ini membahas tentang identifikasi dan evaluasi risiko,  langkah-langkah  pengendalian yang kita perlukan, simulasi dan studi kasus yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD, serta cara-cara memonitor dan mengevaluasi efektivitas pengendalian dalam manajemen sistem pemerintahan,” ujar Sukarni.(BR1)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Manna Mediasi Kasus Pencurian Antar Keluarga, Selesaikan Secara Kekeluargaan
Polsek Seginim Mediasi Sengketa Lahan Warga, Selesai Lewat Jalan Adat di Pino Baru
Perkuat Keimanan dan Mental, Personel Polres Bengkulu Selatan Rutin Gelar Binrohtal di Masjid Sulaiman Al-Farizi
Pemdes Suka Bandung Laksanakan Pembentukan Kopdes Merah Putih melalui Musdesus
Pemkab Bengkulu Selatan Gelar Forum Satu Data Indonesia 2025, Perkuat Tata Kelola Data Daerah
Kades Keban Agung I Bantah Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan di Kantor Inspektorat
Diskominfo Bengkulu Selatan Gelar Sertijab Kepala Dinas, Tongkat Kepemimpinan Resmi Berganti
Jaga Kebersamaan, Dusun 8 Desa Air Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Ikuti Lomba Satkamling Tingkat Kabupaten BS
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:21 WIB

Polsek Manna Mediasi Kasus Pencurian Antar Keluarga, Selesaikan Secara Kekeluargaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:34 WIB

Polsek Seginim Mediasi Sengketa Lahan Warga, Selesai Lewat Jalan Adat di Pino Baru

Kamis, 30 April 2026 - 11:47 WIB

Perkuat Keimanan dan Mental, Personel Polres Bengkulu Selatan Rutin Gelar Binrohtal di Masjid Sulaiman Al-Farizi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:07 WIB

Pemdes Suka Bandung Laksanakan Pembentukan Kopdes Merah Putih melalui Musdesus

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:02 WIB

Pemkab Bengkulu Selatan Gelar Forum Satu Data Indonesia 2025, Perkuat Tata Kelola Data Daerah

Berita Terbaru