Bengkulu, Beritarfaflesia.com.- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Imbauan ini disampaikan dalam rapat kesiapsiagaan nasional yang digelar pekan ini.
Tito menyebut dalam dua pekan terakhir sejumlah wilayah telah terdampak bencana, termasuk Cilacap di Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.
“Ini kami imbau kepada pemerintah daerah untuk mengantisipasi bencana alam. Dalam dua minggu terakhir telah terjadi bencana di Cilacap, Jawa Tengah, serta di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Mendagri turut menghadirkan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang memaparkan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia menjelang Nataru.
Teuku Faisal mengingatkan bahwa beberapa daerah, termasuk Bengkulu, perlu mewaspadai pertumbuhan bibit siklon tropis yang dapat memicu curah hujan tinggi dalam dua sampai tiga hari ke depan.
“Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, NTB, Papua Tengah, DKI Jakarta, Jawa, Bali, Maluku, dan NTT. Dampaknya bisa langsung maupun tidak langsung,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memperkuat koordinasi dengan Forkopimda untuk meminimalkan risiko bencana jelang akhir tahun.
“Ini adalah rapat kesiapsiagaan yang dipimpin Menkopolhukam dan Mendagri terkait kesiapan menghadapi Nataru dan mitigasi bencana. Forkopimda di setiap daerah diminta solid dalam pemantauan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan hal tersebut tidak berdampak ke Bengkulu,” ujar Mian.
Wamenkopolhukam: Pentingnya Penguatan Lintas Sektor
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenkopolhukam) Lodewijk Freidrich Paulus menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika akhir tahun.
“Kesiapsiagaan Forkopimda menuntut adanya penguatan lintas sektor selama akhir tahun, baik terkait keramaian, objek vital, maupun rumah ibadah, demi mencegah berbagai potensi permasalahan,” tutupnya. (Br) ADV












