SUMATRA UTARA, Beritarafflesia. com- Universitas Sumatera Utara menjadi pembahasan publik dikarenkan adanya kasus plagiat yang terjadi di kampus tersebut.
Pembahasan ini semakin besar dipublik karena pelaku dari pelanggaran tersebut tidak lain merupakan Rektor USU terpilih priode 2021-2026.
Setelah di Investigasi dan melakukan beberapa persidangan internal, maka hasilnya MA terbukti bersalah dengan melakukan pelanggaran etika dan integritas. Ini tertuang pada Surat Keputusan Rektor Nomor: 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021 Tentang Penetapan Sanksi Pelanggaran Norma, Etika Akademik/Etika Keilmuan dan Moral Sivitas Akademika Dalam Kasus Plagiarisme.
Dengan demikian pupus sudah harapan MA untuk dilantik menjadi Rektor Universitas Sumatera Utara. Karena Syarat untuk menjadi Rektor adalah tidak melanggar Etika dan Integritas. Kasus seperti ini menambah daftar panjang pelanggaran akademisi di Indonesia.
MA harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukannya dengan mengikuti sanksi ditundanya kenaikan pangkat dan mengembalikan Insentif publikasi Ilmiah. Dengan adanya kasus tersebut publik berharap 2 (dua) calon rektor yang akan dipilih ulang yakni; Prof Arif Nasution dan Prof Farhat jangan pernah didapatkan kasus plagiat serupa karena akan menggangu nama baik dan Kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Sumatera Utara.
Baca Juga Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim Mempawah Laksanakan Latbakjatri Triwulan II Mempawah - Kodim 1201/Mempawah melaksanakan latihan menembak senjata ringan bertempat di Lapangan Tembak Wirapura Bataliyon Zipur 6/SD di Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Selasa (16/6/2021). Latihan menembak tersebut merupakan kegiatan program kerja Kodim 1201/Mph yang dilaksanakan rutin setiap Triwulan. Komandan Kodim 1201/Mempawah Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto mengatakan, bahwa kegiatan latihan menembak senjata ringan yang digelar setiap triwulan adalah program latihan satuan yang sudah terjadwal sesuai kalender latihan, dilakukan guna membina kemampuan menembak prajurit. “Latihan menembak ini merupakan program satuan yang bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kemampuan dan keterampilan menembak para prajurit sehingga akan menjadi prajurit profesional,” ujar Dandim. Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto menambahkan untuk itu tentunya dibutuhkan latihan yang dilakukan secara terarah, bertingkat dan berlanjut guna meningkatkan profesionalisme kemampuan prajurit dalam menembak senjata api laras panjang. Lebih lanjut dikatakan Dandim, menekankan kepada seluruh prajurit agar dalam pelaksanaan latihan bersikap disiplin dengan mematuhi segala instruksi serta ikuti mekanisme latihan, agar dalam pelaksanaan latihan berjalan lancar dan aman,” tambah Dandim. Sementara itu Pasi Ops Kodim 1201/Mempawah Kapten Inf. Hendro Purnomo menjelaskan dalam pelaksanaannya latihan ini menerapkan protokol kesehatan, mengingat situasi pandemi covid-19 saat ini. Ia juga memberikan materi tentang pengetahuan dasar menembak untuk mengingatkan kembali bagaimana teknik menembak yang benar. “Untuk mencapai nilai yang baik dalam menembak para petembak harus menguasai teknik dasar menembak yang benar. Bagaimana mengkombinasikan antara teknik membidik, mengatur nafas dan waktu yang tepat menekan picu sehingga hasil tembakan tepat di sasaran/lesan. Jadi berlatihlah dengan benar dan jangan asal-asalan agar kemampuan menembak dapat terpelihara dengan maksimal,” ungkap Kapten Inf. Hendro Purnomo.
Ketua Lembaga Font Pembela Rakyat Rustam Ependi Ketika di minta tanggapan terkait adanya sangsi bagi rektor terpilih yang diduga melakukan plagiat Rektor Terpilih Universitas Sumatera Utara Dr Muryanto Amin Terbukti Plagiat dan Diberikan Sanksi. Angkat bicara.
” Menurut Rustam ini adalah Cambuk dan pringatan bagi lembaga pendidikan dan semoga kedepannya nanti hal yang serupa tidak terjadi di universitas lainnya saat pemilihan rektor, Karna apabila perbuatan tersebut dilakukan hal itu sangat lah tidak baik dan mencoreng dunia pendidikan”.
Post Views: 320
Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow