Foto korban kecelakaan kerja (disamarkan)
Beritarafflesia.com – Minggu (22/8/2021) Salah satu pekerja proyek pembangunan jalan Tol Bengkulu – Lubuk Linggau, Sumatera Selatan bernama Mahfudin (46) warga Jalan Kerantil Desa Karang Anyar Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tewas, karena diduga mengalami kecelakaan kerja di stasiun 9000 PT Hutama Karya lnfrastruktur (HKI) Jalan Toi Bengkulu – Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Jumat Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah.
Korban meninggal dunia usai terlindas mobil truck Hino jenis Lohan dengan nomor registrasi BM 8636 DU yang dikemudikan ES (47), warga Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.
lnformasi terhimpun, kecelakaan kerja itu terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu korban sedang membersihkan akses jalan menggunakan mesin kompresor. Ketika itu, ada satu unit mobil truck Hino jenis lohan dengan nomor registrasi BM 8636 DU yang dikemudikan ES berjalan mudur untuk membongkar muatan berisi cor-coran semen.
Saal mengemudikan mobil, diduga ES tidak mengetahui bahwa ada korban di belakang, sehingga mengakibatkan korban terlindas oleh mobil dan meninggal dunia.
Keterangan saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya, “Korban lagi bersihkan jalan menggunakan kompresor. Lalu ada mobil yang berjalan mundur mau bongkar muatan karena tidak tahu ada korban disana dan korban juga tidak mendengar ada mobil akibat suara mesin dari kompresor yang cukup bising sehingga korban pun terlindas,” jelasnya.
Sementara itu, Waka Polres Bengkulu Tengah, Kompol Abdu Arbain mengatakan, setelah mendapatkan adanya kejadian tersebut pihaknya langsung menurunkan tim ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti kendaraan mobil lalu dibawa ke Mapolres Bengkulu Tengah. Sedangkan korban dibawa ke RS. Rafflesia Kola Bengkulu.
“Barang Bukti yang kita amankan yaitu satu unit mobil Hino jenis lohan dengan Nomor registrasi BM 8636 DU beserta satu orang supir inisial ES (47) pekerja jalan tol,” ujar Kompol Abdu Arbain.
Abdu Arbain membeberkan, dugaan sementara dari hasil analisa, kecetakaan disebabkan adanya kelalaian dan kurangnya pengawasan dari pekerja bagian Kesetamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Diduga kecelakaan kerja terjadi karena adanya kelalaian dan kurangnya pengawasan dani K3,” beber Abdu Arbain.
Sementara itu, Hu mas PT HK! Chandra trawan mengatakan, bahwa korban yang mengatami kecelakaan kerja maupun sopir tersebut merupakan sub kontraktor.
“Sopirnya ttu pekerja subkon dan korbannya pekerja harian tepas subkon juga,” jelas Chandra lrawan. (BR)












