Ket poto: Lima Instansi Pemerintahan dan Media Massa Raih Penghargaan dari Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu
BENGKULU Beritarafflesia.com – Sebanyak Lima instansi pemerintahan bersama media massa meraih penghargaan wajah bahasa dari Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Senin (23/8) di Hotel Nala Sea Side Pantai Panjang.
Penghargaan tersebut serahkan langsung oleh kepala kantor bahasa provinsi Bengkulu, Dra. Yanti Riswara,M.Hum. kepada masing-masing lembaga yang ada di Bengkulu, setelah menjalani proses beberapa tahapan pengujian dan penilaian dari dewan juri.
Kepala kantor bahasa provinsi Bengkulu,Dra. Yanti Riswara.M.Hum Bersama panitia kegiatan saat menggelar acara penyerahan penghargaan kedapa pemenang kegiatan lomba bahasa
Pemenang media massa cetak dan elektronik tersebut sebelumnya dilakukan penilaian dari bentuk penulisan dan kalimat bahasa indonesia yang benar oleh Ebah Suhaebah, Yurnuldi, dan Amran Purba.
Diketahui sebagai pemenang pada Posisi pertama berhasil di raih oleh media Sehati FM, dan posisi kedua diraih oleh media harian Radar kepahiang.

Ket Poto: Penyerahan Penghargaan secara simbolis dari kepala kantor bahasa Dra. Yanti Riswara.M.Hum kepada Apriansyah Pimpinan Media Berita Rafflesia.
Kemudian posisi yang ketiga di raih LPP RRI Bengkulu, posisi ke-empat diraih media Radar Kaur dan posisi kelima di raih oleh media Berita Rafflesia.
Sedangkan penghargaan wajah bahasa untuk instansi pemerintah yang tetapkan oleh dewan juri, yakni Katubi, Ahmad Saefu, bersama Ebah Suhaebah, menetapkan 5 instansi yang layak menerima penghargaan, diantaranya adalah, diposisi pertama UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, posisi kedua, Universitas Bengkulu, posisi ketiga SMKN 5 Kota Bengkulu, pada posisi keempat SMPN 18 Kota Bengkulu, dan posisi kelima diraih SMKN 1 Kota Bengkulu.
Menurut Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dra. Yanti Riswara.M.Hum menjelaskan, Tujuan kegiatan yang dilaksanakan oleh kantor bahasa provinsi Bengkulu tersebut untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia agar episien dan efektip.
Ket poto: Perwakilan dari Universitas Bengkulu saat menerima penghargaan dari kantor bahasa, diserahkan secara simbolis
“Kami ingin di ruang publik, lembaga-lembaga pemerintah, lembaga swasta penggunaan bahasa Indonesia menjadi prioritas utama, serta bahasa yang ditujukan kepada media massa baik cetak maupun elektronik juga menggunakan bahasa Indonesia kalimat yang disajikan dalam berita itu harus tepat, maka dari itu semua aspek bahasa indonesianya harus di perhatikan, mulai dari bahasa Eja,an, dan kalau yang media elektronik itu intonasinya juga harus benar.” jelas Yanti.
Yanti Riswara juga menambahkan, kegiatan ini merupakan program prioritas yang dilaksanakan secara serentak.bahkan kegiatan penilaian bahasa indonesia ini akan di adakan setiap tahun di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi lintas lembaga dalam mengkemas bahasa indonesia
Ket Poto: Perwakilan dari UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu saat menerima penghargaan dari kantor bahasa secara simbolis
“Sebagai pengguna bahasa Indonesia, kita harus menjadikan bahasa Indonesia dijunjung tinggi sesuai amanat Sumpah Pemuda tahun 1928. Dan yang terpenting utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. kebetulan di Bengkulu kegiatan ini merupakan tahun kedua, bahkan kedepannya kita di tunjang dengan melaksanakan kegiatan bimtek-bimtek keluar daerah., dan kami juga akan mengundang awak media massa untuk mengikuti kegiatan bimtek tersebut, guna untuk menambah wawasan tentang pemahaman bahasa indonesia” Tambah Yanti.
Dirinya juga menyesalkan banyak lembaga maupun Instansi pemerintah meletakkan bahasa Indonesia dibawah bahasa lainnya, Bahkan selama ini media massa selalu mencampuradukkan bahasa, tanpa menggunakan bahasa Indonesia pada setiap saat.
“Harapan kita dengan kegiatan ini bisa memberikan motivasi dan dorongan agar masyarakat Bengkulu menggunakan bahasa Indonesia setiap saat dengan baik, agar dijunjung tinggi tanpa bercampur dengan bahasa yang lain,” pungkasnya (Rian)












