Pedagang Keluhkan Monopoli Harga, Komisi II DPRD Gelar Rapat Bersama Disperindag BS

- Penulis

Senin, 14 Maret 2022 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritarafflesia.com –  Akibat green market yang tidak menyamakan harga jual daging ayam di pasar atau lebih murah dibanding dengan para pedagang lainnya, membuat para pedagang daging ayam merasa dirugikan hingga berujung mendatangi kantor DPRD Bengkulu Selatan (BS), Senin (14/03/22).

Ibu-ibu yang berprofesi sebagai penjual daging ayam di pasar tradisional ini, meminta DPRD BS melakukan tindakan terhadap green market tersebut, agar harga jual di pasar tradisional seperti pasar Ampera dan Kutau disamakan, sebab, jika green market menjual terlalu murah akan berdampak terhadap para pedagang yang lain.

“Kita hanya minta harga jual daging ayam di pasar sama, namun jika green market tidak mau menyetarakan harga jual kami minta untuk tidak berdagang di pasar, sebab ini sangat merugikan kami yang hanya penjual kecil,” kata salah satu penjual daging ayam Ismi, usai rapat bersama komisi II DPRD BS dan Diskoperindag BS.

Para pedagang merasa tertindas dengan harga jual green market yang lebih murah bekisar Rp 5000 per kilogram, itu berdampak terhadap para pelaku penjual daging ayam yang lain. Tak ingin mata pencaharian terkikis dengan persaingan pasar, pihaknya meminta DPRD BS menyetarakan harga jual demi keberlangsungan mata pencaharian mereka.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Terima Laporan Festival Tabut 2024 Tarik Sebanyak 63.571 Pengunjung

Menanggapi hal itu, Ketua komisi II DPRD BS Dodi Martian, mengaku akan menindaklanjuti keluhan para pelapak daging ayam tersebut, terlebih lagi terjadinya persaingan harga jual yang tidak sehat alias monopoli.

“Green market merupakan penjual hebat, sedangkan ibu-ibu ini adalah penjual kecil otomatis ibu-ibu ini tidak dapat menyaingi harga jual green market, untuk itu kita minta dinas terkait agar menindaklanjuti hal ini dan membentuk tim pemeriksa pasar harga pasar agar tidak terjadi seperti ini,” ungkap Dodi.

“Green market tidak menjual di lapak pasar, dan kalaupun harus menjual di pasar harganya paling tidak disamakan dengan lapak-lapak yang ada di pasar, agar para pelaku penjual daging ayam yang tidak saling dirugikan,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, DPRD BS meminta dinas terkait untuk membentuk tim pemeriksa harga pasar, agar nantinya harga jual daging ayam baik skala kecil dan besar tidak terjadi monopoli harga. (Adv) 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Segera Rampung,Tampung 270 Siswa Gratis 
Fokus Bantu Rakyat,Gubernur Dukung Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 
Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu Hampir Rampung, Gubernur Helmi Targetkan Beroperasi Agustus 2026
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan BPOM Tanam 1.000 Pohon, Wujudkan Green Campus Berbasis Ekoteologi
Tujuh Guru MIN 1 Rejang Lebong Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Profesional melalui Yudisium PPG UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Teguhkan Komitmen Green Campus melalui Penandatanganan Piagam SDGs
UIN FAS Bengkulu Terima Kunjungan IAIN SAS Babel Bahas Penguatan Tata Kelola Akademik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:10 WIB

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Segera Rampung,Tampung 270 Siswa Gratis 

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:46 WIB

Fokus Bantu Rakyat,Gubernur Dukung Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 

Senin, 27 Juli 2026 - 12:25 WIB

Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:37 WIB

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu Hampir Rampung, Gubernur Helmi Targetkan Beroperasi Agustus 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:53 WIB

UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan BPOM Tanam 1.000 Pohon, Wujudkan Green Campus Berbasis Ekoteologi

Berita Terbaru