Foto/ Wagub Mian Minta BWSS VII Pastikan Ketersediaan Irigasi untuk Pertanian Modern
BENGKULU,Beritarafflesia.com,– Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi PM-AAS Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, Kamis (30/7).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri kepala dinas yang membidangi pertanian dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, para penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku sektor pertanian dalam mendukung implementasi PM-AAS.
Dalam sambutannya, Mian menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan Menteri Pertanian atas program prioritas yang berorientasi pada percepatan swasembada pangan melalui penerapan sistem pertanian modern.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Presiden dan Menteri Pertanian yang telah menggagas program PM-AAS sebagai langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Mian.

Ia menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan sistem pertanian modern yang mengedepankan mekanisasi di seluruh tahapan budidaya, mulai dari penanaman menggunakan alat modern, penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan), hingga dukungan sumber daya air yang memadai. Menurutnya, Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang akan menerapkan sistem tersebut sehingga seluruh aspek pendukung harus dipersiapkan secara optimal.
Mian menekankan bahwa keberhasilan program pertanian modern tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat dan teknologi, tetapi juga oleh kecukupan air baku serta jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Ketersediaan air menjadi faktor utama dalam mendukung produktivitas lahan pertanian, termasuk untuk program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah).
Oleh karena itu, ia meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII mengambil peran aktif dalam memastikan pasokan air bagi kawasan pertanian yang menjadi sasaran program PM-AAS. Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan BWSS VII akan menjadi kunci keberhasilan implementasi program tersebut.
“Air baku harus tersedia, dan BWSS VII harus berperan aktif memastikan kebutuhan irigasi bagi seluruh lahan pertanian dapat terpenuhi,” tegasnya.
Melalui penerapan PM-AAS, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap sektor pertanian semakin modern, produktif, dan efisien. Dengan dukungan mekanisasi, sarana produksi yang memadai, serta jaringan irigasi yang optimal, program swasembada pangan nasional diharapkan dapat terwujud sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di Provinsi Bengkulu.*(Phr)












