Foto/ Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat tinjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat
Bengkulu,Beritarafflesia.com, – Program Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu resmi mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran sekolah berasrama yang sepenuhnya dibiayai pemerintah ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekolah Rakyat berlokasi di Jalan Serawai, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Pada tahun ajaran perdana, sekolah ini menampung sebanyak 270 peserta didik yang terdiri atas jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Setiap anak bangsa harus mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Maka, bersungguh-sungguhlah menimba ilmu di sini,” ujar Helmi Hasan, (29/7/2026)
Menurutnya, Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Dengan sistem pendidikan berasrama, peserta didik tidak hanya memperoleh layanan pendidikan, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan.”Jelasnya
Helmi Hasan juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memastikan progres pembangunan Sekolah Rakyat yang terletak di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, hampir selesai.
“Progres pembangunan fisik sekolah Rakyat saat alhamdululilah sudah mencapai 96,91 persen dan ditargetkan mulai digunakan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 nanti”Tegas Gubernur Helmi Hasan
Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan yang merata sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.
Pelaksanaan program tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, antara lain Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah kabupaten dan kota, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pekerjaan Umum, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan Program Sekolah Rakyat di Bengkulu.
Program ini juga melanjutkan keberhasilan rintisan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu yang mulai beroperasi pada 2025 dengan jumlah awal sebanyak 92 peserta didik. Pengalaman tersebut menjadi landasan bagi pengembangan Sekolah Rakyat dengan cakupan jenjang pendidikan yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat, Yuliarma Yenni, berharap keberadaan sekolah ini dapat menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif dan bermutu. Ia optimistis para lulusan Sekolah Rakyat akan mampu meraih prestasi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.
“Melalui Program Sekolah Rakyat, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh anak Indonesia, terutama bagi siswa- siswi di provinsi Bengkulu. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam membuka kesempatan belajar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui jalur pendidikan”tutup Yuliarma Yenni.*(Phr) Adv












