Putusan Tanggal 17, PN Bengkulu Lakukan Pengumuman Eksekusi Tanah Tanggal 11, Ada Apa?

- Penulis

Kamis, 11 Mei 2023 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putusan Tanggal 17, PN Bengkulu Lakukan Pengumuman Eksekusi Tanah Tanggal 11, Ada Apa?

Putusan Tanggal 17, PN Bengkulu Lakukan Pengumuman Eksekusi Tanah Tanggal 11, Ada Apa?

Bengkulu,Beritarafflesia.com-Walaupun sidang perkara sengketa tanah antara Maman Suryaman dan Sardi Bahrun melawan Peni Riyanto disebut akan putus pada 17 Mei nanti.

Pihak Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, melakukan pengumuman eksekusi sengketa tanah pada hari ini, Kamis (11/5/23) di lokasi tanah Desa Bentiring Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.

“Kami menolak dilaksanakannya eksekusi, karena terkesan janggal dan dipaksakan,” ujar Liana Hariani dari Kantor Hukum Roder Nababan selaku kuasa hukum Peni Riyanto.

Putusan Tanggal 17, PN Bengkulu Lakukan Pengumuman Eksekusi Tanah Tanggal 11, Ada Apa?

Liana mengatakan, karena saat ini perkara sengketa tanah tersebut masih dalam proses gugatan perlawanan hukum yang sedang bergulir di PN Bengkulu. Selain itu juga masih ada langkah upaya hukum lain yaitu Peninjauan Kembali (PK).

Selain itu juga ia menuturkan, sebelumnya pihak mereka pun sudah mengirimkan surat keberatan eksekusi ke PN Bengkulu pada tanggal 9 Mei, yang diterima oleh staf pengadilan.

Namun, pihak PN Bengkulu masih tetap memilih untuk melaksanakan pengumuman eksekusi tanah pada hari ini.

Ditempat yang sama, Jevi Satika, ketua Ormas Gemawasbi yang juga merupakan tim kuasa hukum Peni Riyanto, mempertanyakan keputusan yang diambil oleh PN Bengkulu.

Baca Juga  Tindaklanjuti Usulan Warga, Dewan Kota Teuku dan PUPR Tinjau Lokasi Jalan Rusak di Padang Serai 
Putusan Tanggal 17, PN Bengkulu Lakukan Pengumuman Eksekusi Tanah Tanggal 11, Ada Apa?

“Sidang keputusan tanggal 17, mengapa harus tanggal 11? dengan tempo seminggu apa dia tidak bisa menunggu,” tegas Jevi

Jevi mengatakan, SKT yang menjadi dasar pihak Maman Suryaman dan Suardi Bahrun mantan ketua DPRD Provinsi Bengkulu untuk menggugat pihak mereka itu, cacat hukum.

Karena kata Jevi, SKT milik Maman tersebut sudah dibatalkan oleh Sutardi selaku Kades setempat, bahkan sudah kalah untuk administrasi saat dilakukan sidang perkara di PTUN Bengkulu.

“Bagaimana SKT yang sudah dibatalkan ini bisa jadi alat bukti, lebih lagi bisa dimenangkan oleh pihak PN Bengkulu? ada apa dengan pengadilan?,” pungkas Jevi.

Sebelumnya, pihak tim Jurusita dari PN Bengkulu memutuskan untuk pulang. Hal ini dikarenakan pihak pemohon Maman Suryaman dan Suardi Bahrun dianggap tidak hadir di lokasi.

Sempat diberikan waktu 10 menit untuk menunggu, namun pemohon tidak kunjung datang. Wakil dengan dasar surat kuasa dari pihak pemohon pun juga tidak ada yang bisa hadir.

Saat ingin diwawancarai, pihak Jurusita menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut, lalu bergegas meninggalkan lokasi.(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru