Bengkulu, Beirtarafflesia.com– Dalam rangka Memperkuat koordinasi antara pelaku pembangunan, menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi dalam perlindungan perempuan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), diselenggarakan rapat koordinasi dan sinkronisasi se provinsi Bengkulu tentang kebijakan program penanganan kekerasan terhadap perempuan daan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), bertempat digedung daerah balai raya semarak bengku;lu, senin, (29/05/2023).

Rakor ini sendiri dibuka langsung oleh gubernur Bengkulu Dr. H. rohidin Mersyah, M.M.A. Rapak Koordinasi dan sinkronisasi se provinsi Bengkulu Ini Dilaksanakan Oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, Pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (DP3APPKB) Kegiatan ini untuk bahan evaluasi demi meningkatkan kinerja petugas layanan lembaga-lembaga perlindungan perempuan dan pengurus gugus tugas TPPO dengan tujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan peran serta lembaga dalam perlindungan perempuan dan menyamankan persepsi mengenai kekerasan terhadap perempuan dan tindaak pidana penghargaan kepada perempuan berjasa dan berprestasi dikabupaten/kota se-provinsi Bengkulu.
Hadir dalam acara tersebut gubernur Bengkulu Dr.drh. H.rRohidin Mersyah, M.M.A, kepala Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk, dan keluarag berencana (DP3APPKB), Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd, Porum komunikasi perangkat daerah, kepala perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kepala Kantor Imigran provinsi Bengkulu, Kepada OPD Instansi vertical dilingkungan pemda provinsi Bengkulu , ketua tim penggerak PKK Pemprov Bengkulu, badan kerjasama organisasi wanita (BKOW) Provinsi Bengkulu, ketua porum perlindungan perempuan se provinsi Bengkulu, dan kepala dinas DP3APPKB Kabupaten / Kota Se Promprov Bengkulu.
Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah dalam kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan program penanganan kekerasan terhadap perempuan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut mengingatkan kepada yang hadir dalam kegiatan tersebut bahwa perempuan dan anak-anak adalah mahluk yang mulia untuk itu tidak sepantasnya menjadi objek kekerasan apalagi sebagai komoditas perdaagangan orang.
‘’ Penangana hulu dan hilir sendiri kalau kita lihat belum singkron terhadap pencegahan kekerasan perempuan dan perdagangan orang, sehingga harapan dari pertemuan ini terjadinya dialoq pembagian tugas sesuai kewenangan dan perhatiannya serta dibuat dalam bentuk kesepakatan, agar bias berfokus penanganan kekerasan perempuan dan perdaagangan orang seperti perlindungan, pendamping hokum, bahkan sampai kepada kalaulah diluar daerah siapa yang memulangkan dan sesudah itu juga harus dipikirkan pemberdayaan seperti ‘’ujar rohidin.
Selain itu juga rohidim menambahkanuntuk rumah rehabilitasi korban kekerasan dan perdagangan orang telah disiapkan, ‘’ untuk anggaran harus ada titik temu di OPD teknis, agar bias melihat perkiraan yang harus dianggarkan terhadap pencegahan dan rehabilitasi kekerasan perempuan dan perdagangan orang ini ‘’.
Gubernur Bengkulu juga berharap kepada organisasi perempuan yang adaa diprovinsi Bengkulu agar anggaran yang telah diterima ada hasilnya.
‘’saya berharap ada pembagian tugas PKK dan darma wanita agar anggaran lebih terfokus dan ada hasilnya,’’ tutup gubernur rohidin.
Masih dalam kesempatan yang sma kepala dinas pemberayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (DP3APPKB), Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd mengatakan untuk data kekerasan terhadap perempuan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini kita dapatkan data yang rill untuk masing-masing kabupaten/kota.
‘’ysng terpenting dengan kegiatan ini langkah preventif kita yang harus dilakukan untuk mendapatkan data-data tentang kekerasan terhadap perempuan dan TPPO, sehingga kita bias mematahkan program-program dan membentuk rumah singgah serta penanganan sampai kepada tindak lanjut berikutnya, ‘’ tutup yulian.
Sebagai bahan tambahan terdapat 10 wanita hebat terdiri dari kabupaten / kota se provinsi Bengkulu yang menerima penghargaandari organisasi aksi solidaritas era cabinet Indonesia maju (OASE-KIM) dalam Rangka peringati hai kartini ke -144 tahun 2023,yang diserahkan secara simbolik oleh gubernur Bengkulu penghargaan ini diberikan kepada 10 perempuan yang telah berjasa dan berprestasi dibidang pendidikan, kesehatan, social budaya, lingkungan hidup dan pertanian di kabupaten/kota provinsi Bengkulu.(BR1)adv












