Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Plt Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, menerangkan Pemerintah Provinsi terus berupaya mendorong hilirisasi sektor perkebunan yang ada di Provinsi Bengkulu.
Hilirisasi perkebunan merupakan salah satu sub sektor dari sektor pertanian yang dapat meningkatkan devisa negara dan menyerap tenaga kerja.
Pemerintah mendorong hilirasasi perkebunan karena memiliki daya tarik yang tinggi untuk diekspor ke negara maju.
Sedangkan hilirisasi pertanian secara sederhana diartikan sebagai suatu proses pengelolaan produk pertanian melalui industri yang dikenal dengan sebutan agroindustri.

Konsep yang diintroduksi dalam hilirisasi pertanian adalah konsep Guna yaitu guna bentuk dan guna tempat.
Agar terjadi peningkatan nilai ekonomi terhadap produk perkebunan yang dihasilkan.
Lantas apa saja yang termasuk dalam sektor perkebunan, yaitu kelapa dalam, kelapa sawit, komoditas karet hingga kopi.
“Dampak positif dari hilirisasi sektor perkebunan secara tidak langsung adalah meningkatkan nilai ekonomi produk perkebunan bila di bandingkan dengan hanya menjual barang mentah atau setengah jadi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesehjatraan masyarakat yang ditandai dengan naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu, Senin 31 Juli, 2023.
NTP sendiri merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
“Untuk saat ini komoditas yang mendapatkan perhatian adalah Kopi dan Kelapa Sawit, untuk komoditas kopi sendiri sudah berhasil melakukan hilirisasi mulai dari panen, pengolahan hingga pengemasan (packing) produk kopi,” sambung Rosmala Dewi.
Namun, untuk komoditas Kelapa Sawit, di provinsi Bengkulu saat ini baru ada 34 pabrik pengolahan Tandan Buah Sawit (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO). sehingga pemprov bersama OPD terkait khusunya DTPHP gencar melakukan eksibiai dan misi dagang untuk menarik investor datang ke Provinsi Bengkulu,” tandasnya.(Br1)adv












