Sebanyak 5.728 Warga Kota Bengkulu dihapus Dari DTKS

- Penulis

Rabu, 6 September 2023 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Koordinator PKH Kota Bengkulu bersama tim masih terus melakukan pemutakhiran data terkait penerima bantuan sosial (bansos). Sampai saat ini, sudah ada 5.728 warga Kota Bengkulu yang dihapus atau dikeluarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sehingga, sisanya tinggal 152 ribu warga atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih masuk DTKS. Itu pun masih terus dilakukan validasi dan pemutakhiran oleh tim yang ditugaskan langsung dari Kemensos RI. Ironinya, ternyata dari sekian ribu yang dikeluarkan dari DTKS ada yang berstatus ASN.
Dijelaskan oleh Koordinator PKH Kota Bengkulu Piriadi, bahwa memang ada ditemukan ASN yang masih menerima bansos. Ternyata yang bersangkutan dimasukkan ke DTKS sebelum menjadi ASN. Begitu yang bersangkutan mengikuti tes CPNS dan lulus, tapi masih tercatat di DTKS. Namun, sekarang sudah dihapus dari DTKS.
“Ya memang ada juga ASN yang kita temukan masuk DTKS. Seperti salah satunya ASN di kecamatan Singaran Pati. Dia baru lulus CPNS, sudah kita keluarkan dari DTKS,” ujar Piriadi.
Piriadi menjelaskan pula bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan ada sebanyak 23.800 orang ASN se-Indonesia yang terdaftar sebagai penerima bansos.
Temuan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai dengan domisili ASN yang terdaftar sebagai penerima bansos untuk segera dilakukan perbaikan. “Kalau dia berstatus ASN, maka bansos yang telah diterima harus dikembalikan,” ujar Piriadi.
Sementara itu, Kadis Sosial Kota Bengkulu Sahat Situmorang juga membenarkan terkait berkurangnya jumlah DKTS setelah dilakukan pemutakhiran data.
“Yang dihapus dari DTKS, misalnya yang penghasilanya di atas UMK atau berpenghasilan di atas 2,4 juta perbulan dan yang berstatus ASN,” kata Sahat.
Sahat mengatakan, berkurangnya DTKS dapat mengurangi beban negara. Dengan begitu, Kota Bengkulu tidak bisa lagi diklaim sebagai kota penyumbang angka kemiskinan terbanyak di provinsi.
“Jadi ternyata pencairan bansos yang tidak tepat sasaran sebesar Rp 140 miliar perbulan,” ujar Sahat sembari mengatakan Kemensos sejak awal bulan tahun sudah mengirim surat perihal ASN dan pensiunan yang masuk DTKS harus wajib mengembalikan dana bansos yang pernah diterima.(BR1)

Share
Baca Juga  Seluruh Pegawai DPUPR Jalani Vaksinasi

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respons Cepat Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Tangani Penembakan di Dekai, Dua Warga Sipil Terluka dan Pelaku Diburu
Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu
188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas
Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung
HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat
Syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra Bengkulu, Perkuat Konsolidasi Kader
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Hadiri Takziah Warga Kebun Tebeng
Pemkot Bengkulu Tegaskan Aksi Buang Sampah di Kantor Wali Kota dan DPRD Langgar Hukum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:34 WIB

Respons Cepat Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Tangani Penembakan di Dekai, Dua Warga Sipil Terluka dan Pelaku Diburu

Senin, 20 April 2026 - 10:09 WIB

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu

Rabu, 8 April 2026 - 19:50 WIB

188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas

Senin, 6 April 2026 - 08:37 WIB

Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:32 WIB

HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat

Berita Terbaru