Bengkulu Tengah, Beritarafflesia.com.- Rachmat Riyanto melantik dan mengambil sumpah jabatan dua Kepala Desa (Kades) hasil Pergantian Antar Waktu (PAW), Rabu (18/02/2026).
Pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bengkulu Tengah.
Dua kepala desa yang dilantik yakni Supranoto sebagai Kepala Desa Talang Panjang, Kecamatan Bang Haji, dan Marno sebagai Kepala Desa Lubuk Sini, Kecamatan Taba Penanjung. Keduanya akan melanjutkan sisa masa jabatan periode 2019–2027.
Supranoto menggantikan kepala desa sebelumnya yang meninggal dunia, sementara Marno menggantikan kades terdahulu yang mengundurkan diri setelah lulus seleksi PPPK.
Usai pelantikan, Rachmat menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Hari ini kita melantik dua orang Kepala Desa hasil pemilihan pergantian antar waktu atau PAW. Jadi masa jabatannya 2019–2027, yaitu Pak Marno dan Supranoto,” ujar Rachmat saat diwawancarai wartawan usai kegiatan.

Ia berharap kepala desa yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjaga kekompakan dalam membangun desa.
“Saya berharap Kepala Desa bisa menjaga sinergisitas kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten,” katanya.
Selain itu, Rachmat juga menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Terus saya juga berpesan kepada seluruh desa untuk sama-sama hari ini bagaimana meningkatkan PAD. PAD kita ini tentu akan berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah tidak akan menaikkan tarif PBB, melainkan meningkatkan intensitas pembayaran, terutama bagi wajib pajak yang masih menunggak.
“Kita tidak menaikkan tarif tapi kita ingin intensifnya meningkat. Yang selama ini masih berhutang, bisa membayar,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta kepala desa mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk memindahkan pelat kendaraan ke Bengkulu Tengah.
Hal ini dinilai penting guna mendukung peningkatan PAD daerah.
“Kita minta supaya kepala desa mendorong, baik itu masyarakat maupun para pengusaha yang ada di desanya untuk sama-sama memindahkan plat kendaraannya ke Bengkulu Tengah,” ungkapnya.
Ia menyebutkan masih banyak kendaraan seperti truk, alat berat, minibus maupun sepeda motor yang beroperasi di Bengkulu Tengah namun berpelat luar daerah, padahal menggunakan infrastruktur jalan yang dibangun dari anggaran daerah.
“Padahal mereka menggunakan jalan kabupaten yang dibangun menggunakan uang rakyat,” tutupnya. (Br) Rizon












