Beritarafflesia.com – Tim inovasi daerah Kota Bengkulu terus menyusun strategi jelang penilaian lomba inovasi daerah atau Innovative Government Award (IGA) tahun 2022. Persiapan inovasi di berbagai OPD terus digenjot untuk meraih hasil yang maksimal.
Selaku Ketua Tim, Asisten II Kota Bengkulu Saipul Apandi mengimbau anggota timnya untuk mempersiapkan segala elemen penting terkait penilaian lomba inovasi daerah atau Innovative Government Award (IGA).
Sebelum dikirim ke pusat, tim inovasi menggelar rapat evaluasi yang dipimpin oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang berlangsung di ruang hidayah, kantor Walikota, Kamis (04/08/22).
Evaluasi ini meliputi berbagai hal, diantaranya komitmen serta perjanjian OPD akan inovasi daerah yang tertuang di Peraturan walikota.

Laporan evaluasi inovasi OPD dilakukan para staf ahli yang menjadi koordinator di beberapa OPD. Disini masih banyak beberapa OPD, Sekolah dan lainnya yang belum memiliki inovasi.
Beberapa catatan serta masukan pun dilayangkan Wawali Dedy terhadap seluruh OPD mengenai inovasi yang akan dikirim untuk lomba inovasi daerah atau IGA.
“Pada prinsipnya mereka sudah menyiapkan, memang belum diserahkan saja. Hari ini kita lakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap capaian tersebut. Kota ini banyak inovasi tapi masih banyak kelemahan seperti belum terbukukan, dokumentasi hingga dokumen hukumnya. Nah saat ini kita motivasi seluruh OPD, insya allah Kota Bengkulu akan menjadi terbaik,” jelas Dedy.
Terhadap OPD hingga sekolah yang belum memiliki inovasi, Dedy meminta agar segera dirancang dan dilaporkan pada pertemuan berikutnya.
“Bapak-ibu OPD, dari sekolah yang belum punya inovasi mohon dicoba sekarang karena masih ada waktu. Disini bukan saling mempermalukan, tapi kita mengingatkan barangkali lupa atau terlambat. Jadi forum ini adalah untuk saling mengingatkan satu sama lainnya,” ungkap Dedy.

Dedy juga mengungkapkan bahwa inovasi hadir bisa jadi dari suatu masalah, sama halnya dengan berbagai program Pemkot Bengkulu.
“Inovasi ini berawal dari akar masalah, apa masalahnya. Mari kita lihat kilas balik program HD Oto, program itu hadir ketika masyarakat tak mampu mau menikah tapi tak punya kendaraan, jadi disini Walikota – Wawali hadir untuk meminjamkan mobil dinasnya agar dapat digunakan mengantar mereka. Hal-hal seperti inilah yang bisa menghadirkan inovasi untuk mengatasi semua masalah,” jelasnya.
Diketahui, tim inovasi juga akan bertindak tegas terhadap OPD yang enggan atau tak ikut serta menghadirkan inovasi dengan menyampaikan surat peringatan (SP).












