Bengkulu Tengah, Beritarafflesia.com.- Pembangunan jalan hotmix yang menghubungkan Desa Renah Semanik, Kecamatan Karang Tinggi dengan Desa Kelindang, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah, menuai sorotan.
Proyek yang dikerjakan pada tahun 2025 tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan kini kualitasnya dipertanyakan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis (12/3/2026), proyek pembangunan jalan lintas tersebut menelan anggaran sebesar Rp9.861.070.000.
Namun, baru beberapa bulan setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan di sejumlah titik dilaporkan mulai mengalami kerusakan.
Di beberapa bagian, permukaan aspal terlihat sudah ditambal sulam karena mengalami keretakan dan kerusakan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Salah seorang warga Bengkulu Tengah berinisial SS mengaku sempat melihat langsung proses pengaspalan jalan tersebut pada Agustus 2025 lalu. Ia menyebut proses pekerjaan tetap dilakukan meski kondisi cuaca saat itu sedang hujan deras.
“Pada 8 Agustus 2025 lalu saya kebetulan berada di lokasi pekerjaan dan melihat langsung proses pengaspalan. Saat itu cuaca sedang hujan deras, tapi pengaspalan tetap dilanjutkan,” ujar SS kepada awak media.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum proses pengaspalan dilakukan, menurutnya tidak terlihat penggunaan alat kompresor untuk membersihkan permukaan jalan.
“Setahu saya sebelum pengaspalan tidak menggunakan kompresor untuk membersihkan permukaan jalan. Itu yang membuat saya heran,” tambahnya.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan langsung terhadap kualitas pekerjaan proyek tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan dua wilayah kecamatan di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kualitas pekerjaan jalan hotmix tersebut. (rizon)













