Dipicu Program MBG, Harga Ayam di Pasar Kamis Taba Pananjung Melonjak Naik

Bengkulu Tengah396 Dilihat

Foto/ Pedagang di Pasar Kamis Taba Pananjung kabupaten Bengkulu tengah

Benteng,Beritarafflesia.com,- Harga daging ayam potong di Pasar Kamis Taba Pananjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, akhir- akhir ini melonjak naik signifikan. Dari harga semula Rp38.000 per kilogram, kini harga ayam potong naik mencapai Rp45.000 per kilogram.

Kondisi ini dikeluhkan baik oleh pedagang maupun masyarakat pembeli, karena kenaikan terjadi hampir setiap hari dan cukup membebani daya beli masyarakat.

Ali Mare’i, salah satu pedagang ayam potong di pasar tersebut, menjelaskan bahwa kenaikan harga sudah berlangsung sejak minggu lalu. Menurutnya, setiap hari harga naik antara seribu hingga dua ribu rupiah per kilogram.

“Harga daging ayam sekarang Rp45.000 per kilo dari sebelumnya Rp38.000. Dari minggu kemarin, tiap hari naik seribu sampai dua ribu,” ujar Ali, kamis ( 27/11/2025)

Baca Juga  Pemkab Bengkulu Tengah Gelar Pemilihan Duta Generasi Berencana 2025

Meski persediaan ayam di lapak pedagang masih relatif aman, Ali menduga penyebab harga ayam potong tersebut mengalami kenaikan secara drastis diduga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan ayam untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar, sehingga permintaan ayam dari berbagai daerah meningkat.

“Penyebab kenaikan belum jelas, tapi ada yang bilang karena kebutuhan program MBG. Permintaan besar, itu yang memengaruhi harga,” ungkapnya.

Kendati demikian, Kenaikan harga ayam ini berdampak langsung pada masyarakat, sehingga banyak pembeli yang kini mengalami kesulitan, karena harga  ayam potong sudah tidak lagi terjangkau bagi warga yang ekonominya rendah

Baca Juga  Peserta Pelatihan KDKMP Bengkulu Tengah Kecewa, Sebut Mekanisme Panitia Tidak Konsisten

“Peminatnya berkurang. Yang biasanya beli dua kilo sekarang hanya satu kilo. Yang biasa satu kilo, jadi setengah kilo,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga. Salah satu upaya yang diharapkan adalah penambahan pasokan ayam ke pasar agar harga kembali normal.

“Kalau pemerintah tidak turun tangan, harga bisa terus naik. Tapi kalau ada tambahan stok dari pemerintah, mungkin bisa stabil,” kata Ali.

Sementara itu, Saniko salah satu warga pembeli ayam potong turut menyampaikan keluhannya atas kenaikan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Ia mengaku kaget karena harga ayam naik cukup jauh dari sebelumnya.

Baca Juga  120 Anggota Pramuka Benteng Dilepas ke Jambore Daerah Kaur, Dorong Pembentukan Karakter Pemuda

“Harga ayam naiknya jauh sekali dari minggu kemarin. Kami berharap harga bisa kembali stabil,” ujar Saniko

Warga Benteng ini menambahkan,  Kenaikan harga ayam yang terjadi tidak hanya dirasakan masyarakat di Taba Pananjung, tetapi juga di daerah lain mengalami hal serupa.

“ Kita baca di berita, bahwa di luar provinsi sejak program makan gratis ini berjalan, harga ayam dan sayuran naik. Karena  kebutuhan pasokan untuk program MBG belum seimbang yang di suplai peternak. Kami masyarakat kecil berharap kepada pemerintah agar segera melakukan memberi teguran terhadap peternak ayam dan para pedagang, supaya agar harga ayam ini  kembali normal.” Demikian pungkas Saniko.” (Rizon)

Share