Bengkulu Tengah, Beritarafflesia.com.- Gejolak administrasi dan komunikasi di Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, mencapai titik krusial setelah Forum Kepala Desa (Kades) setempat mengusulkan kepada Bupati Bengkulu Tengah agar dilakukan evaluasi terhadap jabatan Camat Pondok Kubang.
Meski demikian, upaya penyelesaian secara dialog dan mediasi kini mulai dikedepankan guna menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Menyikapi dinamika yang berkembang, Camat Pondok Kubang, Hendri Irawan, S.Sos., A.Kp, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan melalui pendekatan kekeluargaan.
Ia menyebutkan bahwa langkah mediasi sedang dipersiapkan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak (win-win solution).
“Dalam waktu dekat kami akan menggelar pertemuan dengan seluruh Forum Kades se-Kecamatan Pondok Kubang. Tujuannya untuk duduk bersama, mempererat silaturahmi, serta memperbaiki komunikasi,” ujar Hendri.
Ia berharap melalui dialog terbuka tersebut, hubungan kerja antarinstansi dapat kembali harmonis dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Tujuan utama kita adalah memastikan wilayah tetap kondusif dan hubungan kerja tetap harmonis demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Pondok Kubang, Budi Antoni. Menurutnya, membuka ruang komunikasi dan mediasi masih menjadi langkah terbaik dalam menyikapi polemik yang terjadi.
“Membuka ruang mediasi masih menjadi solusi utama dalam menyelesaikan persoalan ini,” ungkap Budi Antoni saat dikonfirmasi awak media di kediamannya, Kamis (25/12/2025).
Ia menegaskan bahwa Forum Kades tetap mengedepankan musyawarah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pemerintahan desa dan kecamatan.
Dengan adanya rencana pertemuan dan mediasi tersebut, diharapkan persoalan yang sempat mencuat dapat segera diselesaikan secara bijak, tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas. (Br)












